Umat Santo Agustinus Bello Songsong Pesta Pelindung dengan Semangat Persaudaraan

oleh -1357 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Dalam semangat Santo Agustinus, umat Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Kupang, NTT, menggelar aneka perlombaan dan pertandingan sebagai bagian dari rangkaian menyongsong pesta pelindung stasi yang jatuh pada 28 Agustus 2025.

Kegiatan yang dimulai pada Rabu (6/8/2025), bertempat di Aula Stasi Bello, diikuti oleh perwakilan dari 16 Kelompok Umat Basis (KUB) dengan jumlah umat mencapai hampir 2.500 jiwa. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi umat untuk merajut persaudaraan dan memperkuat kebersamaan.

Jenis lomba yang diselenggarakan cukup beragam, mulai dari lomba mewarnai untuk anak usia dini, futsal untuk siswa SD dan SMP, hingga lomba mazmur dan lektor. Antusiasme umat, khususnya anak-anak, terlihat tinggi sejak hari pertama pembukaan.

Ketua Panitia, Martinus Mudu, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk memperingati pesta pelindung, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ikatan antarumat. “Melalui kegiatan ini, kita ingin merawat semangat hidup bersaudara. Total anggaran sebesar Rp15 juta yang digunakan bersumber dari kas stasi sebagai wujud komitmen umat dalam mendukung kegiatan bersama,” ujarnya.

Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua, Adri Ceme, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong umat Bello.

“Nilai kebersamaan dan komitmen yang ditunjukkan oleh umat sangat membanggakan. Tidak mudah menggalang dana sebesar itu di tingkat stasi, tetapi umat Bello membuktikan bahwa dengan kekompakan, semua bisa dilakukan,” ujarnya.

Ia juga memberi ucapan proficiat karena Stasi Bello telah ditunjuk sebagai tuan rumah pesta pelindung paroki yang akan digelar pada 4 Oktober 2025.

“Ini tanggung jawab besar, dan umat Bello telah bersedia menerimanya. Kita percaya bahwa semangat yang sama akan terus menyala hingga puncak perayaan nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Pastor Paroki, Romo Dus Bone, dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan menyampaikan bahwa dinamika dalam kehidupan umat bukan untuk dipersoalkan, melainkan harus dihayati sebagai bagian dari proses memaknai cinta Tuhan dalam hidup bersama.

“Bukan juara yang menjadi tujuan utama, melainkan keikutsertaan dan keterlibatan kita semua. Mari kita terus membangun kebersamaan sebagai satu tubuh Kristus,” ucapnya. Romo Dus juga secara pribadi menyatakan akan menyiapkan hadiah bagi pemenang lomba mewarnai sebagai bentuk dukungan bagi generasi muda gereja.
(TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.