Aku adalah lonceng tua di menara balai kota,
perutku retak, suara tak lagi melompat dari dada.
Bulan ini, barisan langkah merayakan bebasnya tanah air,
sementara aku menghitung detak
dari bayangan yang tak dijemput.
Veteran-veteran duduk dalam diam
mata mereka seperti foto yang sudah usang:
tersenyum karena kenangan,
bukan karena sekarang.
Bendera berkibar dengan dada membusung,
tapi angin tak pernah menoleh ke tempat kami menggigil.
Di sudut ini, keheningan lebih patriotik
daripada sorak-sorai yang tak tahu sejarah.
Agustus 2025
Oleh: Fileski Walidha Tanjung







