Imperialisme Baru Hantu Pengerukan Sumberdaya Alam Indonesia

oleh -1210 Dilihat
banner 468x60

“Imperialisme Baru” atau “The New Imperialism” oleh David Harvey (2003). Buku ini membahas tentang konsep imperialisme dalam konteks globalisasi modern dan relevan dengan situasi Indonesia hari ini dimana pemerintah menjadi agen imperialisme baru atas nama kapitalisme global dan kepentingan ekonomi politik negara adidaya. Berikut adalah ringkasan:


Konsep Imperialisme. Harvey menjelaskan bahwa imperialisme bukanlah hanya tentang penaklukan teritorial, tetapi juga tentang kontrol ekonomi dan politik yang menentukan aliansi ekonomi politik negara di tingkat global.

Kapitalisme dan Imperialisme. Harvey berpendapat bahwa kapitalisme memiliki tendensi untuk mencari keuntungan melalui ekspansi dan akumulasi modal yang dapat menyebabkan imperialisme. Peran Negara. Harvey menjelaskan bahwa negara memainkan peran penting dalam memfasilitasi imperialisme melalui kebijakan ekonomi dan politik.

Dampak Imperialisme. Harvey membahas tentang dampak imperialisme terhadap masyarakat dan lingkungan, termasuk ketidaksetaraan ekonomi, eksploitasi sumber daya alam, dan perubahan sosial. Kritik terhadap Neoliberalisme. Harvey mengkritik neoliberalisme sebagai ideologi yang mempromosikan imperialisme dan ketidaksetaraan ekonomi.

Dengan demikian, buku “The New Imperialism” oleh David Harvey menawarkan analisis kritis tentang imperialisme dalam konteks globalisasi modern dan kapitalisme. Dampak buku ini terhadap Indoenesia adalah:

Pertama, Imperialisme Ekonomi. Penguasaan ekonomi Indonesia oleh negara-negara maju atau perusahaan transnasional melalui investasi, perdagangan, dan penanaman modal. Contohnya, perusahaan asing menguasai sektor perkebunan, pertambangan, dan industri besar di Indonesia dapat menyebabkan krisis lingkungan, peningkatan kemiskinan dan penurunan kualitas kesehatan. Belum lagi terkait dengan peran pemerintah yang hanya menjadi agen dari pemilik modal, menjual ayat-ayat undang-undang untuk mengamankan investasi.

Kedua, Imperialisme Kebudayaan. Pengaruh budaya asing yang kuat dapat mengubah nilai-nilai dan norma-norma masyarakat Indonesia. Contohnya, penyebaran budaya konsumtif dan individualisme yang dapat mengikis nilai-nilai gotong royong dan budaya lokal.

Ketiga, Neokolonialisme. Penjajahan gaya baru yang dilakukan melalui kebijakan ekonomi dan politik yang menguntungkan negara-negara maju atau perusahaan transnasional. Contohnya, Indonesia menjadi pasar produk asing dan sumber bahan mentah bagi industri negara maju. Imperialisme Ekonomi politik muncul juga dalam berbagai wacana semisal politik hijau, ekonomi hijau dan sebagainya yang berdampak pada pengerukan sumberdaya atas nama energi terbarukan.

Keempat, Globalisasi-Neoliberalisme. Proses pengintegrasian ekonomi Indonesia ke dalam sistem ekonomi global yang dapat menguntungkan perusahaan transnasional dan negara-negara maju. Contohnya, liberalisasi pasar dan privatisasi perusahaan negara yang dapat menguntungkan investor asing.

Dalam konteks Indonesia, imperialisme baru ini dapat dilihat dalam beberapa contoh, seperti:

(a). Penguasaan Lahan. Perusahaan asing atau lokal yang didukung oleh pemerintah menguasai lahan-lahan rakyat untuk kepentingan perkebunan atau pertambangan.

(b). Ketergantungan pada Modal Asing. Indonesia masih tergantung pada modal asing untuk pembangunan ekonomi, yang dapat memperkuat posisi negara-negara maju atau perusahaan transnasional.

(c) Pengaruh Kebijakan Internasional. Indonesia terpengaruh oleh kebijakan internasional yang dibuat oleh lembaga-lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO, yang dapat menguntungkan negara-negara maju atau perusahaan transnasional melalui berbagai skema utang dengan bahasa mantra bantuan intenasional.

(d) Pemerintah sebagai agen imperialisme yang semata-mata bekerja untuk memuluskan investasi dengan membuat undang-undang yang memudahkan pengerukan sumberdaya ekonomi atas nama investasi.

Oleh: Sahdan Goris

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.