Bersama Kupang Montessori School Melewati Rupa Musim

oleh -1659 Dilihat
banner 468x60


RADARNTT, Kupang – Setelah berdiri sejak tahun 2012 Kupang Montessori School yang awalnya mulai dari sekolah rumahan (home schooling) kini kembali melepaskan 19 anak dari Kelompok Bermain (KB) pada Hari Sabtu, 14 Juni 2025.

Proses pelepasan ini berlangsung istimewa, anak-anak dari usia 5-7 tahun mementaskan drama musikal di aula Hotel Aston. Kegiatan penuh makna kali ini mengambil tema “Walk Along Through the Seasons” (Berjalan melewati Beragam Musim).

“Tema ini kami pilih karena dalam pembelajaran budaya di KB Montessori anak-anak diajar mengenai berbagai musim yang ada di dunia, kami juga ingin agar KB KiMS (Kupang International Montessori School) akan selalu ada meski musim berganti,” ujar Ibu Paulina Dorothea Mi Pala, S.Pd. atau yang biasa dipanggil Teacher Alin, selaku Kepala Sekolah dan salah satu penerima beasiswa pendidikan ke AS untuk pendidikan usia dini.

Musim belajar dan bermain bersama

Pentas drama musikal ini unik, karena benar-benar menguras tenaga dan melibatkan emosi para guru. Satu sisi setelah dua tahun belajar bersama anak-anak, saat pelepasan merupakan saat yang mengharukan, tetapi di saat yang sama ini juga ajang pencapaian anak-anak.

Mereka memadukan ragam sensorik gerak, mengembangkan kemampuan musik, dan belajar berekspresi lewat kata-kata. Tampak dalam setiap adegan dua orang guru, dengan setia tetap membimbing dari bawah panggung. Mereka membantu mengingatkan anak-anak.

Tidak mudah melatih anak-anak untuk bersama-sama bergembira melakukan drama musikal. Waktu yang dibutuhkan untuk persiapan pementasan ini dilakukan berbulan-bulan, mulai dari pembuatan alur cerita, pemilihan musik, penyusunan narasi, pembuatan kostum, menerjemahkan dalam bentuk gerak, dan pemilihan pemain untuk masing-masing peran.

Para guru membagi tema yang diangkat dalam 3 babak. Babak pertama, spring season yang dipresentasikan melalui flower Dance dimana bunga-bunga yang indah bermekaran dan semakin dimeriahkan dengan Tarian Bumble Bee.

Babak kedua, summer season. Di musim ini, kebanyakan orang suka ke pantai dan menikmati berbagai aktivitas di tepi pantai. “Kami membawa kehangatan musim panas dengan kolaborasi Tarian Gendang dan Tarian Hawai,” ujar Ina Marlina Mangi Uly, S.Pd. yang biasa dipanggil Teacher Ina.

Cuaca pun semakin dingin namun daun-daun yang berganti warna dan berguguran sangatlah indah dipandang mata. Babak musim dingin ini bertajuk “Better Safe than Sorry” mengangkat cerita tentang persiapan sekelompok binatang di hutan untuk menyambut musim dingin.

Drama ini musikal ini dipentaskan olah anak-anak KB KiMS yang telah belajar selama 2 tahun.

“Ada anak yang saat masuk masih mengalami kesulitan dalam berkomunikasi karena tergolong child with speech delay atau terlambat berbicara, ada pula anak yang memiliki ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) karena susah fokus, namun dalam drama ini mereka dapat berperan dengan sangat baik dan pesan yang ada dalam drama tersebut disampaikan dengan baik, dan semua percakapan menggunakan bahasa Inggris,” ujar Tc.Alin

Situasi Unik: Pelepasan dan Pencapaian

“Kami sangat kagum dan bangga dengan pencapaian anak-anak ini, memang betul, sesulit apapun itu jika dilakukan dengan hati yang gembira maka semuanya akan dapat terlaksana dengan baik dan momentum pentas ini terlihat tak hanya orangtua tetapi keluarga besar juga turut hadir dan bergembira bersama,” kata Tc.Alin.

Terlihat setelah acara selesai, masih ada para orangtua, anak-anak, dan keluarga besar yang bersama menari bersama para guru dan karyawan merayakan kegembiraan mereka.

Mewakili para orangtua, Mario Amalo, yang juga ketua panitia mengungkapkan para guru sangat luar biasa.

“Mereka memberikan segalanya, melampaui peran dan hubungan guru murid yang saya kenal,” kata Mario Amalo yang berprofesi sebagai pilot.

Ia melihat para guru adalah aset utama. Ia berpesan agar Yayasan Cahaya Anak Nusa (CAN) senantiasa memperhatikan para guru, karena dengan pengalaman mendampingi anak lebih dari satu dekade, mereka adalah pendidik yang bertalenta.

Sedangkan orangtua lainnya, Suryo yang berasal dari Yogyakarta mengungkapkan bahwa ia memilih Kupang Montessori School sebagai tempat pendidikan anaknya karena merasa cocok dengan para guru.

“Kalau lihat dari bangunannya mungkin orang akan ragu, tetapi orangtua yang mengerti soal elemen pendidikan, tentu akan paham kelebihan para pengajar KB Montessori yang sangat kuat dalam dalam detil pengajaran,” kata Suryo yang juga adalah fotografer dan pembuat film dokumenter kelas nasional yang berumah di Kupang.

Sebagai orang media Suryo mengakpreasi KB Montessori yang tidak mengekpos anak-anak dalam ruang media sosial. “Saya salut dengan kepekaan para guru atas kebutuhan orangtua yang sangat menjaga keamanan anak,” katanya. Ia senang karena elemen perlindungan anak (child protection policy) turut diperhatikan.

Lembaga pendidikan zero profit KB Kupang Montessori sebagai salah satu dari tiga jenjang pendidikan (SD dan SMP) dalam naungan Yayasan Cahaya Anak Nusa merupakan salah satu terobosan dalam dunia pendidikan di NTT.

Dr.Ing.Jonatan Lassa, selaku salah seorang pendiri dan saat ini berperan sebagai pembinan mengungkapkan bahwa awalnya ia mendirikan sekolah ini karena tidak mempunyai alternatif untuk menyekolahkan anaknya ketika kembali ke Kupang.

“Kami mulai dengan beberapa orangtua, dan kemudian orang tua lain ikut menitipkan anaknya,” kata Jonatan Lassa yang juga pengajar di CDU (Charles Darwin University), Australia. Ia mengenang mereka pindah dari rumah kontrakan satu ke rumah kontrakan lain.

Per tahun 2025, Kupang Montessori School pun mempunyai gedung permanen yang berlokasi di dekat pertigaan RS Mamami. “Dengan penguatan manajemen dan tata kelola yang baik, perlahan kami bisa menata ulang struktur kelembagaan dan melakukan efisiensi,” ujar Maxi Julians Rihi Dara, St.MEMD, selaku Bendahara. “Tidak mudah, tetapi bisa,” katanya sambil tertawa.

Ketua Pengurus Yayasan CAN, Dr.Elcid Li, mengatakan perbedaan Kupang Montessori School dengan sekolah lain adalah pengelolaan keuangan dibuat transparan kepada semua pihak terkait.

“Bedanya kami dengan sekolah lain adalah seluruh keuangan dibuat transparan kepada para guru, komite sekolah, orangtua, dan yayasan. Kami tidak mengambil untung atau tepatnya zero profit, semuanya kami kembalikan kepada anak, dan tahun ini kami lengkapi fasilitas bermain, pembelajaran, dan penguatan infrstruktur dengan harapan Kupang Montessori School tetap bisa menjadi alternatif pendidikan untuk anak-anak di NTT,” ujar Elcid Li.

Untuk tahun ajaran 2025/2026 Kupang Montessori School masih membuka pendaftaran hingga tanggal 10 Juli 2025 untuk jenjang Kelompok Bermain, SD, dan SMP. Bahasa pengantar di Kupang Montessori School adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk pendaftaran bisa menghubungi Kak Rini dengan Nomor kontak 082338198515. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.