Perpecahan Rakyat

oleh -879 Dilihat
banner 468x60

Di tengah-tengah perjuangan rakyat untuk mempertahankan hak-hak mereka, bandit dan pemodal komprador bersekongkol memecah belah gerakan rakyat. Mereka menggunakan aparat menekan dan mengintimidasi rakyat yang kritis, sementara rakyat yang tidak berdaya menjadi sasaran represi.

Aparat dengan dukungan uang rampasan bandit dari hasil jual kekayaan di kebun rakyat, seperti tambang, pasir, emas, nikel dan sebagainya menyuap rakyat yang kritis, memantau setiap gerakan mereka, dan melakukan tindakan represif berupa penodongan melalui senjata tajam dan penembakan dengan peluru tajam terhadap yang berani melawan dan tidak mau menerima suap. Rakyat yang tidak berdaya menjadi korban kekerasan aparat.

Gerakan protes rakyat yang awalnya bertujuan untuk mempertahankan lingkungan dan sumber daya alam mereka dari kerusakan yang disebabkan oleh para bandit, menjadi semakin sulit untuk dilakukan. Kebun rakyat yang seharusnya menjadi sumber penghidupan mereka, kini menjadi rusak dan tidak produktif lagi.

Rakyat merasa bahwa mereka telah dikhianati oleh pemerintah yang seharusnya melindungi dan melayani mereka, karena pemerintahan dijalankan dan dikuasai para bandit. Mereka merasa bahwa pemerintah hanya melindungi kepentingan para bandit dan pemodal komprador yang suka menjual harta karun di kebun rakyat ke dunia internasional, tanpa memperhatikan kebutuhan dan aspirasi rakyat. Rakyat kemudian kehilangan harapan pada pemerintah yang dikuasai para bandit, yang menggunakan aparat tidak untuk melindungi rakyat tetapi untuk mengawasi dan merepresi mereka. Aparat bekerja sama dengan para bandit menutip mulut gerakan protes rakyat di kebun rakyat sendiri.

Rakyat yang tidak berdaya menjadi korban kekerasan dan intimidasi, sehingga mereka merasa takut untuk bersuara tentang sumberdaya mereka yang dikeruk para pemodal bekerjasama dengan para bandit dan aparat pemerintah.

Gerakan protes rakyat yang awalnya bertujuan untuk mempertahankan lingkungan dan sumber daya alam mereka dari kerusakan yang disebabkan oleh bandit penguasa, menjadi semakin sulit untuk dilakukan. Kebun rakyat yang seharusnya menjadi sumber penghidupan mereka, kini menjadi rusak dan tidak produktif lagi.

Rakyat merasa bahwa mereka telah dikhianati oleh pemerintah yang seharusnya melindungi dan melayani mereka. Dalam ketidakberdayaan mereka berdoa “semoga Tuhan” melahirkan kepada mereka pemimpin yang tidak merampas kekayaan mereka dan tidak menjualnya kepada pemodal komprador”.

Cerita ini hanyalah fiksi belaka.

Oleh: Goris Sahdan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.