Bandit Menang di Pengadilan

oleh -467 Dilihat
banner 468x60

Berikut ceritanya. Di negeri dimana kebun rakyat telah dijarah untuk kepentingan bandit dan cukong tambang, keadilan bukan soal benar atau salah. Tapi soal siapa yang punya uang dan siapa yang bisa membeli hakim.

Kasus pencemaran lingkungan akibat tambang nikel yang di bawa ke pengadilan, memberikan kemenangan bagi bandit dan cukong tambang untuk memperoleh kepastian hukum atas kelangsungan tambang mereka yang telah merusak lingkungan. Air tercemar, tanah rusak, warga jatuh sakit.

Tapi bandit—berjas rapi dan bermodal besar—justru datang dengan penuh percaya diri. Mereka tahu hukum bisa dibeli. Mereka tahu palu hakim bisa diarahkan asal harga cocok.

Hakim-hakim pun tak berkutik. Bukan karena tidak tahu dampak tambang, tapi karena mereka sudah dikendalikan. Bukan oleh hukum, melainkan oleh bandit yang mewakili kepentingan pemodal.

Akhirnya, yang dinyatakan menang bukan korban pencemaran, bukan rakyat yang kehilangan mata air, tetapi korporasi tambang—diwakili oleh bandit-bandit yang menjual masa depan demi keuntungan sesaat. Di ruang sidang itu, keadilan dikubur hidup-hidup dan di atas kuburannya, bandit berdiri sambil tersenyum puas.

Cerita hanyalah fiksi belaka.

Oleh: Goris Sahdan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.