Ketua Sinode GMIT Sambut Baik Pembagian Daging Kurban PKS

oleh -1379 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) periode 2024-2027 Pendeta Samuel Pandie menyambut baik inisiatif Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membagikan daging kurban kepada para tokoh lintas agama.

“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang majemuk dan religius, kami menyambut baik inisiatif Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) yang membagikan daging kurban kepada para tokoh lintas agama,” ujar Sem Pandie dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/6/2025) malam.

Menurut Ketua Sinode GMIT, tindakan ini bukan hanya memiliki makna spiritual dalam ajaran Islam, tetapi juga merupakan simbol kuat ‘solidaritas antarumat beragama’, memperkuat nilai-nilai kebhinekaan, dan menjadi teladan perjumpaan lintas iman dalam bingkai persaudaraan kebangsaan.

Makna Teologis dan Etis

Dalam tradisi agama-agama besar, termasuk Islam dan Kristen, kata Pandie, pengorbanan dan berbagi adalah bentuk nyata dari kasih dan tanggung jawab sosial. Ibadah kurban dalam Islam mengandung nilai pengabdian kepada Allah dan cinta kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

“Dengan membagikan daging kurban kepada pemuka lintas agama, DPP PKS menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual tidak eksklusif, tetapi inklusif dan dialogis, menjangkau seluruh elemen masyarakat sebagai sesama ciptaan Tuhan,” tandas Sem Pandie.

Perspektif Lintas Agama dan Dialog Sosial

Menurut Sem Pandie, tindakan ini juga mencerminkan semangat dialog antaragama yang praktis bukan sekadar pertemuan intelektual, tetapi perjumpaan hati dan tindakan konkret. Dalam konteks Indonesia, upaya seperti ini mempererat ‘ukhuwah wathaniyah’ (persaudaraan kebangsaan) di tengah isu-isu sektarian dan polarisasi. Gereja, pura, vihara, dan masjid dipanggil untuk saling membuka ruang kolaborasi, menghidupi semangat ta’āruf (saling mengenal), tafāhum (saling memahami), dan ta’āwun (saling membantu).

“Sebagai partai politik berbasis nilai Islam, PKS menunjukkan bahwa keberpihakan pada persatuan bangsa dapat diungkapkan melalui simbol-simbol spiritual yang menyatukan, bukan memecah. Ini adalah bentuk politik etis yang patut diapresiasi dimana politik yang tidak hanya mengejar kekuasaan, tetapi juga memperkuat modal sosial dan kepercayaan antar kelompok agama,” tutunya.

Ketua Sinode GMIT berharap tindakan ini bukan hanya simbol tahun tetapi menjadi kebiasaan tahunan dalam menjalankan nilai-nilai religius yang dihidupi bersama dalam semangat saling menghormati. Kiranya praktik-praktik seperti ini terus tumbuh, menjadi jembatan kasih di tengah perbedaan.

“Kami berharap tindakan ini bukan hanya menjadi simbol tahunan, tetapi menjadi kebiasaan kolektif bangsa ini, di mana nilai-nilai religius dihidupi bersama dalam semangat saling menghormati. Kiranya praktik-praktik seperti ini terus tumbuh, menjadi jembatan kasih di tengah perbedaan, serta memperkuat bangsa Indonesia sebagai rumah bersama yang ramah terhadap pluralitas iman,” pungkas Sem Pandie.

Sebelumnya, pada Minggu, (8/6/2025) dalam rangka merayakan Idul Adha Ketua DPD PKS Kota Kupang, Ibrahim Bao bersama sejumlah fungsionaris partai menyerahkan paket daging kurban kepada Ketua Sinode GMIT, Pendeta GMIT Gloria Kayu Putih dan Romo di Paroki Santa Maria Assumpta.

Ketua Panitia Kurban 2025 DPD PKS Kota Kupang, Mocha Zoel mengatakan, pihaknya menyerahkan 300 paket daging kurban kepada beberapa pihak termasuk secara simbolis kepada para tokoh agama: Ketua Sinode GMIT, Pendeta GMIT Gloria Kayu Putih, Romo di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Assumpta, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) H. Anwar Pua Geno, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang, dan MUI NTT. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.