Oleh: Polykarp Ulin Agan Tak ada seorang pun yang menginginkan dan mencari penyakit atau disabilitas. Kedua hal ini sering hadir sebagai tamu
Tag: Polykarp Ulin Agan
Cinta yang Menemukan Ruang di Antara Reruntuhan
Oleh: Polykarp Ulin Agan Novel Im ersten Licht—Pada Berkas Cahaya Pertama (2026) karya Norbert Gstrein bukan sekadar kisah seorang lelaki tua menoleh
Menjadi Diaspora yang Hidup, Bukan Sekadar Bertahan
Oleh: Polykarp Ulin Agan Diaspora adalah sebuah kenyataan yang sangat tua dalam sejarah umat manusia. Secara historis istilah ini mulai dikenal sejak
Keluarga: Ruang Perlindungan, Bukan Penderitaan
Oleh: Polykarp Ulin Agan Keluarga bukan didirikan dengan sebuah tujuan fungsional. Ia didirikan sebagai sebuah “sekolah cinta personal“. Sayangnya, keluarga sering menjadi
“Hidden Heroes“ yang Terlupakan
Oleh: Polykarp Ulin Agan Di era “i-zation“ (Adam Possamai, 2018), yang ditandai oleh digitalisasi berbagai bidang kehidupan, sorotan media jarang diarahkan pada
Kompetensi Media dan Tugas Pendidikan di Tengah Kerapuhan Kebenaran
Oleh: Dr. Polykarp Ulin Agan “Es gibt keine Wahrheit, sondern immer nur Perspektiven.” — Elisa Hoven Di era digital, kebenaran perlahan kehilangan
Luka Sunyi Anak dalam Keluarga Modern
Oleh: Polykarp Ulin Agan Dalam roman The Things We Leave Behind karya Clare Furniss (2025), kita diajak menyelami dunia batin seorang remaja
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




