Aku adalah penjaga yang kelelahan.Di dadaku retak-retak mulai tumbuh,sarang rayap dari kebodohan manusia.Aku menahan gemuruh air yang murka,menjaga mereka yang lupa daratan,mereka

Saya berusaha menepi dari jalan Tendean menuju trotoar, kemudian mendangak ke atas pada bangunan kantor berlantai lima itu. Bangunan itu berdinding kaca

Saya tidak tahu apakah kontrak yang ditandatangani Ibu dengan pihak teve itu mengikat atau tidak. Tahu-tahu saya diajak untuk mengisi formulir pendaftaran,

Aku pernah menjadi sungai besar,mengalir deras seperti urat nadi bumi,tapi aku tersesat,di lorong-lorong beton,di sempitnya belukar pemukiman,di dada yang sesak tanpa oksigen.Aku

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.