Sudah lebih dari setengah tahun sejak pemerintahan baru dilantik, realitas sudah mulai menampakkan wajah aslinya. Rakyat masih menunggu perubahan, tapi yang datang
Tag: Esai
Mungkinkah Rekonsiliasi Nasional, yang Bukan Menulis Ulang Sejarah
Perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia telah menempuh jalan berdarah yang mengorbankan ribuan nyawa anak bangsa demi kekuasaan, tentu menimbulkan luka mendalam seluruh
Mengenal Modus Penipuan Aplikasi Trading, Game Penghasil Uang dan Judi
Di era digital saat ini, ditengah situasi ekonomi yang berat banyak orang mencari cara mudah untuk mendapatkan penghasilan tambahan lewat aplikasi dan
Siapa Pegang Kendali AI dan Masa Depan Dunia Kerja?
Di tengah hiruk-pikuk kemajuan kecerdasan buatan (AI), narasi-narasi penuh harapan terus digulirkan. Mulai dari janji peningkatan efisiensi, lonjakan produktivitas, hingga munculnya tawaran
Paradoks Surga dan Keadilan yang Terlupakan
Kemarin saya duduk diam menyimak khutbah seorang ustaz. Suaranya mantap, nadanya yakin, dan isi pesannya tegas: umat Nabi Muhammad adalah umat terakhir
Pertanian adalah Masa Depan, Menimbang Martabat Petani dan Luka Sejarah
Di sebuah sekolah dasar di Prefektur Niigata, Jepang, seorang guru bertanya kepada murid-muridnya: “Siapa yang ingin menjadi petani?” Beberapa tangan terangkat, tanpa
Menimbang Jalan Revolusi Menjawab Tantangan, Kemarahan dan Perubahan
Semenjak Reformasi ’98, Indonesia sekarang sedang menghadapi tantangan multidimensi yang sangat kompleks dan saling terkait, mulai dari ketimpangan sosial-ekonomi yang tajam, beban
Kehormatan dan Kemuliaan Sastrawan
Waktu demi waktu membuat kita semakin tumbuh dewasa, namun tetap saja tak mengalami banyak perubahan. Mungkin kita agak pintar dan dewasa, tapi
Tentang Generasi yang Tak Punya Nyali Bertanya
Di negeri yang menjunjung tinggi slogan “membaca adalah jendela dunia”, kita seringkali lupa bahwa tak semua anak dilahirkan di rumah yang memiliki
Membaca Ulang Surat-Surat Kartini di Bawah Tumpukan Kebaya
Tanggal 21 April, nyaris tiap tahun, sekolah sekolah di Indonesia menjelma panggung kontes kostum etnik. Anak-anak perempuan mengenakan kebaya, rambut disanggul, dilengkapi
Kesadaran yang Salah, Membuat Manusia Menderita
Orang bilang, ikan sangat menyukai air, tapi air malah merebus ikan. Seperti paradoks Zen, kalimat ini menyodorkan lanskap berpikir yang mengganggu nalar
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.











