Roh yang Menuntun pada Kebenaran

oleh -180 Dilihat
banner 468x60

PERNAHKAH kita melihat secara kasatmata, sebuah benih yang ditanam, bertumbuh dari hari ke hari hingga mencapai sebuah tanaman atau pohon yang besar? Atau pernahkah kita mengalami secara langsung, ada yang menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu hal baik dan benar? Itulah cara kerja roh. Roh-lah yang menghidupkan dan menggerakkan kita.

Hidup di dalam roh membutuhkan proses yang berbeda-beda dari setiap kita. Ada orang yang begitu pekah terhadap kehadiran roh, ada pula yang lambat menyadarinya. Roh bekerja melalui proses, tidak instan. Setiap kerapuhan kita dikuatkan dan diteguhkan oleh kasih dan kemurahan Allah, agar berkembang sesuai jamannya.

Melalui tuntunan roh, Paulus berani bersaksi dalam pidatonya di hadapan penduduk kota Athena. Ia kemudian mengajarkan banyak hal kepada penduduk Athena, memperkenalkan Yesus yang tidak mereka kenal tetapi disembah. “Apa yang kamu sembah tanpa mengenanya, itu yang kuberitakan kepadamu” (Kis. 17:23). Tak sedikit yang mengejek dan menertawakan ajaran Paulus tentang kebangkitan dari antara orang mati. Tetapi tak sedikit juga yang percaya dan minta dibaptis dalam nama Yesus.

Roh yang sama dijanjikan Yesus kepada para muridNya. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu kepada seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13). Ada banyak hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri tanpa bantuan Roh Kudus. Keterbatasan manusiawi kita, membuat kita membutuhkan Roh Kudus. Roh Kudus itulah yang memampukan kita untuk berbicara yang benar ketika ketidakjujuran diutamakan demi kepentingan tertentu. Roh Kudus memampukan kita untuk berlaku adil ketika ketidakadilan merajalela di tengah masyarakat. Roh Kudus yang sama juga akan menuntun kita pada kebenaran sejati, ketika hidup nyaris tenggelam oleh arus hujatan, kebencian dan saksi-saksi palsu.

Roh Kebenaran akan hidup dan tinggal menetap pada mereka yang bersedia membuka hati bagi kehadirannya. Jika hati masih tertutup rapat, Roh Kudus pun tidak akan masuk ke dalamnya. Roh Kudus yang sama yang akan memperbaharui diri setiap orang yang terbuka pada penyelenggaraan ilahi. Roh Kudus akan memampukan kita untuk berproses dalam iman dan karya pewartaan kita. Ketika kita bisa membedakan kehendak Allah daripada kehendak diri sendiri, di situlah karya Roh Kudus tampak..

Mari membuka hati pada kehadiran Roh Kudus, yang memberanikan kita menjadi saksi, menuntun kita dari ketersesatan dosa. Mari membiarkan hati kita dipimpin oleh Roh Kudus, dikuasai oleh Roh Kebenaran untuk menjadi saksi kebenaran dan keadilan dalam hidup.

Renungan Rabu, 13 Mei 2026

Oleh: Magdalena Hokor

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.