Menjadi Pribadi yang Rendah Hati dan Bijaksana

oleh -1111 Dilihat
banner 468x60

“Betapa besarnya nilai dari sebuah kerendahan hati. Dan sungguh, betapa bahagianya orang yang memiliki Kebijaksanaan di dalam hidupnya.”

Ada banyak cara untuk mengunci kebahagiaan di dalam hidup ini. Tawaran kebahagiaan datang dari YESUS pada hari ini. Mau bahagia? Jadi seperti anak kecil! Anak kecil yang bukan kekanak-kanakan tetapi anak kecil yang rendah hati, yang selalu berpasrah secara total kepada orang tuanya, yang polos dan jujur. Menjadi anak kecil di hadapan ALLAH berarti menjadi pribadi yang rendah hati; pribadi yang selalu terbuka dan membuka diri kepada kasih dan penyelenggaran ALLAH, mempercayakan seluruh hidupnya hanya bagi ALLAH.

Kunci kebahagiaan kedua yang ditawarkan oleh YESUS dalam perumpamaan tentang seekor domba yang hilang adalah jadilah BIJAKSANA. Orang yang bijaksana adalah orang yang tahu menentukan prioritas di dalam hidupnya. Sebuah prioritas yang sungguh mendatangkan kebahagiaan, sukacita. Kisah seekor domba yang hilang dalam kisah injil hari ini mau mengatakan bahwa sebagai SANG KEBIJAKSANAAN YANG MENJADI MANUSIA, YESUS mau semuanya berada dalam satu kawanan tidak ada yang hilang atau tersesat. Maka, jika ada yang hilang harus dicari dan jangan membiarkannya terus hilang. Yang hilang wajib dicari dan dibawa pulang. Agar tidak ada yang ikut-ikutan hilang.

Di sekitar kita ada yang lupa untuk menjadi pribadi yang rendah hati. Kepintaran, jabatan, profesi kadang melesapkan pribadi yang rendah hati. Lantas, hidup selalu dipenuhi dengan kemarahan, emosi, iri hati dan cemburu. YESUS menempatkan anak kecil di tengah-tengah para muridNya, agar kita mau menempatkan SEMANGAT KERENDAHAN HATI, KEPERCAYAAN YANG TOTAL KEPADA KASIH PENEYELENGGARAAN ALLAH, di tengah-tengah kehidupan kita. Semangat ini harus menjadi titik fokus dan start dari segala tindakan kita.

Di samping itu, kita juga senantiasa menyadari bahwa di sekitar kita ada yang “hilang”; hilang semangat hidup, hilang cinta kasih, hilang kesabaran, hilang kesetiaan, hilang kebaikan, hilang pengendalian diri dan hilang keutamaan Kristiani. Terhadap aneka kehilangan ini, kita harus membawa mereka kembali kepada YESUS agar memperoleh SUKACITA KRISTUS di dalam hidup mereka. Kita cari dan bawa pulang kepada YESUS, biar YESUS yang mengisi hati mereka untuk tetap setia pada satu kawanan.

Mari kita menjadi seperti anak kecil yang rendah hati dan berkelimpahan KEBIJAKSANAAN.

Selasa, 12 Agustus 2025
Hari Biasa Pekan Biasa XIX
Dasar biblis injil Mat.18:1-5.10.12-14

RD. Riano Tagung, Pr
(Pastor Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.