Tipologi Kebenaran dan Kebatilan

oleh -71 Dilihat
banner 468x60

Jika pada awalnya seseorang berniat baik, namun dalam perjalanannya ia melakukan kesalahan atau kekeliruan, sangat dimungkinkan akan berputar haluan dan berbelok menuju jalan yang benar.

Jika seseorang berniat salah, namun ia tersadarkan bahwa jalan yang sedang ditempuhnya adalah salah, tentu dia pun akan berbelok menuju jalan yang benar.

Meskipun, tidak jarang kita temukan orang yang tak mau diluruskan (disadarkan) dan tetap bersikukuh berada di jalan yang salah.

Ada orang yang mudah diberitahu dan disadarkan, ada yang sulit disadarkan (hatinya sakit), meski pada akhirnya dapat tersembuhkan.

Namun, ada yang menjadi resisten (hatinya mati) yang justru melawan dan menentang jalan yang benar.

Islam mengajarkan agar manusia tetap konsisten di jalan kebenaran dan keadilan. Seorang muslim diperintahkan mengajak dan mengingatkan adanya jalan yang benar dan lurus, juga ada jalan yang salah dan bengkok.

Meskipun pada akhirnya, tidak sama orang yang berjuang di jalan kebenaran walaupun belum dicapainya, ketimbang orang-orang yang mengajak di jalan yang salah, walaupun mereka telah berhasil memperolehnya. (*)

Oleh: Mu’min Roup

(Dosen dan peneliti di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, menulis prosa, puisi dan esai di berbagai media luing dan daring)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.