Petuah Sang Leluhur

oleh -26 Dilihat
banner 468x60

Kala hidup dijadikan medan perjuangan, siapnya pengorbanan, sucinya niatan dan pikiran, di sinilah tempat untuk menghantarkan siapa pun pada satu motivasi tinggi dalam menuntut ilmu Ilahi.

Sejarah membuktikan betapa banyak kaum terpelajar, meskipun prestasinya biasa-biasa saja namun karena bimbingan dan arahan yang terbaik dari orang tua dan leluhur, mereka sanggup bergerak dan tumbuh untuk memberi kemanfaatan dirinya di tengah masyarakat luas.

Menjadi manusia diperhitungkan sejatinya tak perlu merendah karena keturunan keluarga, walau dari pedagang kecil, tukang becak, ojek maupun petani biasa. Kalau ada kemauan untuk berjuang dan berkorban pasti bisa. Ingatlah, orang tuamu memilki sejuta harap agar kamu menjadi pemenang, agar kamu menjadi manusia yang diperhitungkan.

Ingatkah, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut, demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu?

Izinkan kami ya Allah, menyebut nama-Mu, sebagai pembuka kata, penguat upaya dengan basmalah-Mu, melangkah agar Engkau dapat menyambut munajat ini dalam rahman rahim-Mu. Ya Allah, Kau utus Rasul pembawa cahaya kebenaran haqiqi Muhammad, penghulu para nabi semoga salawat dan salam tercurah kepadanya sampai akhir zaman nanti.

Ya Allah, kami mohon bimbingan-Mu menjalankan risalah suci Muhammad penuntun hidup sejati menuju kebahagiaan abadi. Peliharalah anak-anak keturunan kami agar menjadi anak baik dan saleh, di saat ada dan tiadanya kami di sisi mereka. Peliharalah rasa cinta kami agar kami selalu mendapat ridho dari-Mu.

Apa artinya harta yang membuat kami lupa, apa artinya kedudukan yang membuat ketundukan kami tiada, apa artinya ilmu yang membuat kami tidak merasa malu, apa artinya rasa cinta terhadap seseorang yang kami sayangi, bila rasa cinta kami pada orang tua dan leluhur hilang ditelan bumi.

Ya Allah, ampuni kami, guru-guru kami, orang-orang yang kami cintai, sungguh Engkau Maha Pengampun. Ya Allah, jangan tumpahkan amarah-Mu yang tanpa ampun, karena sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Pengampun… ***

Dikutip dari puisi K.H. Adrian Mafatihullah Kariem dari buku Al-Quran Tua (Fikra Publishing, Jakarta).

Oleh: K.H. Adrian Mafatihullah Kariem

(Pengasuh Ponpes Modern La Tansa, Lebak, Banten, juga penulis buku Surabi Pesantren dan Lepas dari Lapas Hidup)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.