Dulu kain sutra menyelimuti jiwa.
Aurat tersembunyi bagai embun pagi.
Kini angin meniup tabir yang rapuh
tubuh suci telanjang di mata dunia.
Bahu terbuka, paha menyapa jalan.
Warna-warni kain pendek menari riang.
Estetika pudar, hilang garis halus
yang dulu indah, kini jadi godaan liar.
Kesopanan luntur bagai daun gugur,
nilai leluhur terhempas angin modern.
Mata lelaki tergoda, hati gadis goyah
ajaran kebaikan pudar dibalik tren.
Busana ringan, janji palsu kebebasan
tapi jiwa terluka, malu merayap pelan
anak gadis belajar dari bayang itu
bukan sopan lagi, tapi hiruk biru.
Kembalilah tutup aurat dengan lembut, biarkan estetika lahir dari rahmat tubuh suci adalah taman rahasia penutupnya ajar kebaikan abadi.
Wahai kaum hawa, bangun tabir baru sopan santun kembali indah tak ternoda. Dari cara berpakaian lahir pelajaran, mulai pelajaran mulia, nilai kesucian selama terjaga.
Oleh: Aprianus Gregorian Bahtera
Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang









