Hitung-hitungan Politik

oleh -91 Dilihat
banner 468x60

Dalam prinsip menegakkan kebenaran dan keadilan, jika manusia belum sanggup melawan kezaliman dengan tenaga (kekuasaan), maka ia diperintahkan untuk diam. Tetapi, jika manusia sanggup menghadapinya dengan kata-kata, bahkan melawannya dengan tenaga, maka ia harus melawan dan membela diri dalam batas-batas etika dan aturan yang diajarkan oleh agama (Tuhan).

Ketika kesewenangan sudah sampai pada batas yang tak mungkin ditoleransi, maka sahabat dan paman Nabi (Hamzah) berteriak agar melakukan perlawanan dalam pertempuran Badar. Rasulullah menganjurkan para sahabat agar tenang dan mehanan diri, dengan pertimbangan rasional, bahwa para musuh yang akan dihadapi memiliki kekuatan tangguh, yang tidak sebanding dengan kemampuan senjata yang dimiliki pasukan Rasulullah yang jumlahnya sangat sedikit.

Namun kemudian, Tuhan menegaskan dalam wahyu-Nya: “Belum tentu yang kau anggap baik adalah baik di mata Allah, dan belum tentu yang kau anggap buruk adalah buruk di mata Allah. Sungguh, Allah Maha Tahu, tetapi manusia hanya sedikit memiliki pengetahuan.”

Firman Allah itu merupakan sinyal terang yang membangkitkan gelora semangat Rasulullah dan para sahabat, sebagaimana semangat pemerintah Iran dan rakyatnya, bahwa tangguhnya kekuatan musuh, sesungguhnya hanyalah tipuan maya, dan pandangan kasatmata belaka.

Tetapi, Allah tentu memiliki pandangan absolut, yang dengan mudah dapat mematahkan anggapan para makhluk ciptaan-Nya. Tuhan berkuasa mengecilkan sesuatu, dan berkuasa pula membesarkan dan menguatkan apa pun yang Dia kehendaki.

Sampai kemudian, ribuan malaikat turun dan membantu para sahabat Nabi, lalu Perang Badar pun dimenangkan pasukan Rasulullah. Meskipun, dalam hitung-hitungan politik sama sekali tak sebanding, karena jumlah pasukan Rasulullah hanya 313 orang, sedangkan pasukan musuh mencapai 1000 prajurit terlatih, dengan persenjataan perang yang lengkap dan tangguh. (*)

Oleh: Eeng Nurhaeni

(Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bayan, Rangkasbitung, Banten, menulis puisi dan esai di harian Kompas, Media Indonesia, Republika, Radar NTT dan lain-lain)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.