Bukit Emas di Perbatasan Baduy

oleh -692 Dilihat
banner 468x60

Di perbatasan Ciboleger menuju daerah Baduy Dalam, seorang Kepala Suku yang bijak memberi pengarahan, menjelang akhir zaman ini banyak cobaan dan godaan jika seseorang memasuki wilayah Baduy Dalam.

Namun demikian, “Pastikan bahwa kalian harus siap memasuki gerbang sebelah kiri, dicirikan dengan sebuah pohon jati menjulang tinggi yang tampak jelas dari kejauhan.”

Lalu, Fulan dan Polan melangkah menuju Baduy Dalam.

Di persimpangan, muncullah sesosok tubuh tinggi dan besar yang datang entah dari mana, matanya belo di sebelah kirinya, memerintahkan keduanya agar melalui jalur kanan.

Lalu kemudian, Polan memilih jalur kanan yang terdapat pohon Cendana di kejauhan.

“Kenapa kau memilih jalan ke arah situ, Wahai Polan?

Bukankah sudah diperingatkan oleh Kepala Suku?”

Polan pun menjawab bahwa pohon Cendana terlihat lebih bagus dan mentereng dan sangat menjanjikan ketimbang pohon jati.

“Lagipula di daerah itu banyak orang kota mendapatkan bulir-bulir emas di area perbukitan yang dekat dengan pohon Cendana itu.”

Akhirnya, dapat dipastikan, bahwa Fulan berhasil memasuki Baduy Dalam dengan aman dan sehat wal afiat.

Sementara Polan, terkapar oleh luka-luka bacokan dengan tubuh terkulai bersimbah darah, meskipun di telapak tangannya masih menggenggam bulir-bulir emas yang diperebutkan oleh banyak orang. (*)

Oleh: Eeng Nurhaeni

(Pengasuh Ponpes Al-Bayan di Banten Selatan, juga penulis opini untuk harian nasional Kompas, Media Indonesia, Republika, Radar NTT dan lain-lain)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.