RADARNTT, Kalabahi – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Alor memutuskan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Alor Alberth N Ouwpoly dan Darwin Anwar (ADA) tidak memenuhi syarat jumlah dukungan jalur perseorangan.
Setelah pasangan bakal calon ADA menyerahkan syarat dukungan ke KPU Kabupaten Alor melalui akun silon pilkada dan dokumen fisik yang kemudian disetujui oleh KPU Alor pada 10 Mei 2024.
Namun setelah melakukan verifikasi dan perhitungan, dukungan yang diserahkan berjumlah 3.136 dukungan tersebar di 16 kecamatan.
“Oleh karena itu, terhadap penyerahan dukungan paket ADA dinyatakan dikembalikan,” demikian Ketua KPU Alor Munawar Laamin dalam pers rilis Senin, (13/5/2024) di Kantor KPU Alor.
Keputusan KPU Kabupaten Alor nomor 543 tahun 2024 tentang syarat minimal dan persebaran dukungan bakal calon perorangan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Alor tahun 2024 minimal dukungan berjumlah 15.586 yang tersebar di 10 kecamatan.
“Sehingga pasangan bakal calon ADA dinyatakan gugur,” kata Laamin.
Alberth Ouwpoly menerima keputusan dan mengapresiasi kinerja KPU yang sudah bekerja profesional. Dia pun mengucapkan terima kasih atas kerja keras tim relawan dalam menyiapkan semua berkas syarat pencalonan.
“Sebagai WNI yang baik, kita taat hukum, mengerti tentang mekanisme proses demokrasi dalam dimensi perhelatan politik pilkada, saya bersama pak Darwin sejak awal telah mengingatkan semua sahabat, basodara, keluarga dan tim yang menyatakan mendukung penuh dalam pilihan politik ini (jalur independen) bahwa apapun keputusan lembaga negara/KPU yang memiliki otoritas dan kewenangan harus dihormati/dijunjung,” tegas Alberth Ouwpoly.
Alberth Ouwpoly mengapresiasi kerja keras tim relawan dan KPU yang telah memberi arti proses politik lima tahunan ini dengan baik walau belum mendapat hasil yang maksimal.
“Komisioner KPU yang bagi kami adalah kader-kader terbaik daerah ini telah bekerja secara profesional. Bahwa berdasarkan PKPU dan Produk hukum ikutan termasuk surat KPU RI terakhir12 Mei 2024 yang diterima oleh Penghubung kami sekitar pukul 18.00 petang, 5 jam menjelang batas akhir pengajuan persyaratan dukungan di pukul 23.59 wita,” tutur Alberth Ouwpoly.
Dketahui bersama, sabung Alberth Ouwpoly, syarat dukungan 15 persen dari sebaran kecamatan yakni 10 dari 18 kecamatan telah melampuai yaitu 15 kecamtan. Namun bila disatukan data dukungan yang berhasil diimput masuk dalam aplikasi dan yang diserahkan manual tidak mencukupi 15 ribu lebih.
Padahal, lanjut Ouwpoly, KTP yang diterima lebih dari 20 ribu lembar. Karena itu, tepat kalau KPU memutuskan bahwa pihaknya tidakk dapatt melanjutkan tahapan berikut melalui jalur independen karena dinyatakan tidak penuhi syarat dukungan.
“Saya juga bersyukur karena ketika data pribadi saya diinput oleh Admin/Operator ke Aplikasi KPU ternyata sistem terima.Ini menunjukan bahwa kita tidak dengan gampang menjastifikasi seseorang tanpa kita memahami dengan benar regulasi, aplagi kita bukan pribadi dan ini lembaga yang diberi kewenangan oleh undang-undang untuk menjastifikasi dan/atau membuat keputusan.kepada semua yang telah berjerih lelah dalam proses sadar dan cerdas ini, kami menyampaikan proficiat dan terima kasih,” tegas Alberth Ouwpoly.
Alberth Ouwpoly mengatakan, bersama keluarga dan para sahabat yang menaruh kepercayaan kepadanya akan bersikap setelah KPU Alor memutuskan pasang calon tetap yang akan mengikuti proses Pemilukada hingga 27 November 2024 ini.
“Indonesia-Alor harus jadi taruhan bagi kita dalam setiap kontribusi pengabdian kita. Jangan karena proses demokrasi ini budaya buruk seperti fitnah, bantai membantai bahkan tindakan melawan hukum terjadi,” tegas Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.
Alberth Ouwpoly meminta agar elit dan masyarakat tidak melakukan praktik politik kotor saling memfitnah dan bantai-membantai.
“Kita jangan kembangkan politik panjat pinang karena yang rugi adalah daerah ini. Lebih banyak kader yang maju itu pertanda proses pengkaderan di negeri seribu moko ini berjalan. Tetapi kalau kita memaksa kehendak untuk ikut berlaga bagi kita yang sudah kelewatan waktu juga tdidakk wajar karena setiap zaman selalu ada anaknya,” tegasnya. (NB/RN)







