Tanpa Mahar Politik! Ini Alasan Felix Bere Nahak Dampingi Simon Nahak

oleh -2268 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Betun – Politik tanpa biaya kesepakatan atau mahar politik sebagai fondasi politik yang hakiki dan bermartabat untuk rai Malaka, ini alasan bakal calon wakil Bupati Malaka, Felix Bere Nahak (FBN) memilih mendampingi Bupati Malaka, Simon Nahak (SN), calon bupati petahana di tarung politik Pilkada Malaka tahun 2024 dengan sandi pasangan SN-FBN.

FBN selalu mengemukakan alasan mendampingi Bupati SN dalam setiap perjumpaan dengan masa pendukung SN-FBN, dalam diskusi-diskusi bersama unsur tim pemenangan Pilkada 2024. FBN jujur mengakui sudah saling “naksir” selama ini. Meski demikian, tidak diungkapkan karena SN, Bupati Malaka aktif yang sementara menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan.

“Tetapi, sesungguhnya Bapak Simon itu orang baik. Anak petani, lahir dari keluarga sederhana, orang kecil. Saya juga demikian. Orang tua saya juga petani. Justeru karena ini, kami lebih tahu tentang masyarakat dan hidupnya,” kata FBN dalam orasinya saat Deklarasi Funan Malaka sebuah kelompok politik perempuan pendukung SN-FBN belum lama ini.

Maju bersama sebagai pasangan di Pilkada Malaka tahun 2024 bukan terpaksa, apalagi ada belis politik. Saling diskusi, berbicara dari hati ke hati itu ada dan terjadi selama ini. Inilah yang disampaikan kepada keluarga, para pendukung dan semua simpatisan.

“Karena, kita ingin meletakan fondasi politik yang benar, hakiki dan bermartabat. Politik sesungguhnya menerima amanah untuk melayani, bukan transaksional,” lanjut FBN.

Jejak Politik Felix Bere Nahak

Perjalanan hidup Felix Bere Nahak bukan awal dan akhir. Melainkan dimaknai sebagai lingkaran tanpa ujung, yang mana hanya memiliki satu titik, yaitu titik nol.

Titik nol tersebut akan menjadi pertanda bahwa perjalan hidup Felix Bere Nahak terus berputar, dan memulai dari titik nol hingga akhirnya, pulang ke tanah kelahirannya.

Tahun 2018, Felix Bere Nahak secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua KPU Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dengan pertimbangan kembali untuk mengabdi di Kabupaten Malaka, tanah kelahirannya.

Pertimbangan utama Felix Bere mengundurkan diri dari Ketua KPU TTU adalah ingin pulang untuk Kabupaten Malaka, tanah kelahirannya. Cara dia untuk kembali ke Malaka adalah melalui jalur partai politik.

“Niat saya itu untuk kembali dan mengabdi di Malaka. Tentu cara saya kembali lewat jalur politik, yaitu lewat kendaraan Partai NasDem. Itu saja niat saya,” kata Felix Bere Nahak, Minggu (15/7/2018) silam.

Terbukti, Felix Bere Nahak terpilih menjadi anggota DPRD di Kabupaten Malaka tanah kelahirannya itu, pada pemilu 2019.

Sebagai pendatang baru, Felix Bere Nahak berhasil mengumpulkan 994 suara, dari Dapil Malaka 1, yang meliputi Kecamatan Malaka Tengah, Kobalima dan Kobalima Timur.

Selanjutnya, Felix Bere Nahak dipercayakan menjadi Ketua Partai NasDem di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT. 

Pada pemilu 2024, Felix Bere Nahak kembali terpilih menjadi anggota DPRD di Kabupaten Malaka untuk periode kedua.

Pendidikan Felix Bere di Timor Leste

Sebagai anak petani, Felix Bere Nahak menghabiskan masa kecilnya di Lospalos – Timor Leste, hinggga menjadi dewasa.

Felix Bere memulai pendidikan dasarnya di SDN 13 Titi Lari – Lospalos di Timor Leste dan berhasil meraih ijazah pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada tahun 1991.

Meski sebagai anak petani, pendidikan Felix Bere terus berlanjut. Pada tahun 1994, Felix Bere berhasil meraih ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri Lospalos – Timor Leste.

Selanjutnya, pendidikan Felix Bere ke Sekolah Menengah Atas (SMA) dan pada tahun 1997, Felix Bere berhasil meraih ijazah SMA di SMA Negeri Suai – Timor – Timur, saat itu.

Pasca Referendum tahun 1999, Felix Bere kembali Indonesia tepatnya di Bolan atau Aintasi, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Belu (sekarang Kabupaten Malaka).

Pendidikan Felix Bere di Indonesia

Sesumbar, pada tahun 1997 Felix Bere melanjutkan pendidikanya di Universitas Timor – Timur (Untim) di Timor Leste, yang didirikan di Provinsi Timor – Timur pada tahun 1986.

Pasca Referendum pada tahun 1999, Felix Bere tetap melanjutkan pendidikannya di Universitas Timor (Unimor), tepatnya di Kabupaten TTU saat ini.

Pada tahun 2003, Felix Bere Nahak berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1, sebagai Sarjana Peternakan (S.Pt) di Unimor Kefamenanu Kabupaten TTU.

Felix Bere pernah menjadi Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu Santu Yohanes Don Bosco, periode 2003-2004.

Selain itu, Felix Bere pernah menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) PMKRI Kabupaten TTU periode 2013-2020 dan menjadi pembina Gerakan Mahasiswa Malaka (GEMMA) di TTU.

Felix Bere Nahak dikenal sebagai aktivis mahasiswa berperawakan kalem namun kritis dalam bersikap. Dia aktif dan vokal dalam forum-forum regional dan nasional (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.