RADARNTT, Kupang – Hasil survei Indikator menempatkan figur Simon Petrus Kamlasi memiliki tingkat kedisukaan tertinggi di angka 85,3 persen.dari tingkat kedikenalan 34,2 persen. Data ini menunjukkan hampir semua orang yang mengenal pasti menyukai personalitinya.
Figur Calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi memiliki personaliti yang begitu dikenal langsung disukai ketimbang figur yang lain dikenal tapi belum tentu disukai.
Yohanis Fransiskus Lema memiliki tingkat kedikenalan 51,5 persen dengan tingkat kedisukaan 84,7 persen. Sedangkan, Emanuel Melkiades Laka Lena memiliki tingkat kedikenalan 55,2 persen dengan tingkat kedisukaan 76,3 persen.
Variabel kedikenalan (popularitas) tidak selalu berbanding lurus dengan kedisukaan. Untuk memenangkan kontestasi politik, setiap figur calon setidaknya melalui tiga tahapan yaitu kedikenalan (popularitas), kedisukaan dan keterpilihan (elektabilitas).
Akademisi FISIP Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, DR. Urbanus Ola Hurek mengatakan, rilis survei Indikator terkait popularitas dan elektabilitas paslon gubernur dan wakil gubernur yang ikut kotestasi Pilgub NTT sesungguhnya menarik menjadi referensi bagi pemilih dan paslon serta tim sukses.
“Hasil survei ini menunjukan bahwa dinamika politik dalam kontestasi pilkada di NTT masih dinamis, lentur dan cukup kompetitif,” jelas Ola Hurek.
Menurut Ola Hurek, dalam kurun waktu 46 hari ke depan menjelang Pilgub 27 November 2014 masih sangat terbuka peluang bagi ke tiga paslon Cagub-Cawagub NTT.
“Prediksi menang survei di September – Oktober belum jadi jaminan memenangkan kontestasi sesungguhnya pada tanggal 27 November 2024 mendatang,” tegas Ola Hurek.
Menurutnya, populer dan disukai saja belum menjadi patokan jaminan. Namun, dikenal langsung disukai menjadi kekuatan Simon Petrus Kamlasi mengindikasikan bahwa figur ini perlu berjuang untuk sesering mungkin kontak langsung dengan pemilih. Kandidat yang unggul dari sisi populer wajib berjuang agar kepopuleran itu sejalan dengan tingkat elektabilitas atau keterpilihan.
“Dengan demikian sisa waktu kampanye sebulan ini maka pilhan strategi kampanye perlu dilakukan oleh kandidat, partai koalisi dan tim suksesnya,” pungkas Ola Hurek.
Hasil survei Indikator dipresentasikan Peneliti Utama sekaligus CEO Indikator, Burhanudin Muhtadi pada Rabu (9/10/2024) siang.
Periode survei dilaksanakan pada 28 September sampai 5 Oktober 2024, dengan total sampel 2.720 responden. Toleransi kesalahan 2,6 persen.
Simpulan survei jika Pilgub NTT digelar pada akhir September – awal Oktober 2024 maka paslon nomor urut 1 Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto unggul signifikan 36,6 persen atas dua paslon lain yaitu paslon nomor urut 2, Emanuel Melkiades Laka Lena-Johanis Asadoma 27,4 persen dan paslon nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi-Andrianus Garu 23,9 persen.
Sedangkan tingkat popularitas Cagub Melki 55,2 persen, Ansy 51,5 persen dan Simon Petrus Kamlasi 34,2 persen. Popularitas Cawagub, Jane 34 persen, Johni 27,5 persen dan Andre 22,5 persen.
Pada sub variabel, kedisukaan terhadap kandidat, justru Cagub Simon Petrus Kamlasi unggul tipis 85,3 persen, atas dua Cagub lain. Yohanis Fransiskus Lema 84,7 persen dan Emanuel Melkiades Laka Lena 76,3 persen. (TIM/RN)







