RADARNTT, Kupang – Simon Petrus Kamlasi menuturkan bahwa dia pernah dipanggil menghadap Prabowo Subianto membicarakan masalah air sebelum gelaran pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2024.
“Saya pernah dipanggil menghadap pak Prabowo untuk berdiskusi tentang masalah air sebelum beliau maju Pilpres tahun 2024,” tutur Simon Petrus Kamlasi kepada awak media, Selasa (24/9/2024) di SIAGA Center Kupang.
Simon Petrus Kamlasi mengatakan, saat dipanggil Prabowo Subianto khusus berbicara terkait teknologi pompa hidram untuk penyediaan air yang dikembangkannya selama berdinas militer.
“Pak Prabowo ajak diskusi tentang aplikasi teknologi pompa hidram yang kita kembangkan dan minta mereplikasi teknologi itu di lahan beliau tapi belum sempat dieksekusi karena keburu sibuk politik dan Pilpres,” kata dia.
Dia menjelaskan, sepertinya Prabowo Subianto mengetahui apa yang sedang dilakukannya dan mungkin dirasa baik sehingga meminta untuk mengaplikasikan teknologi itu.
“Saat itu pak Prabowo sempat bilang ke saya kalau teknologi ini cocok untuk dikembangkan di NTT dan kalau bisa masuk ke Unhan (Universitas Pertahanan),” sebutnya.
Mengajari para mahasiswa Unhan teknologi yang aplikatif dan murah itu agar bisa dikembangkan lebih luas untuk penyediaan air bagi masyarakat yang masih kesulitan air seperti provinsi NTT.
“Pernah rencana bangun 80 titik pompa hidram dengan anggaran 20 miliar, tapi kita penghematan anggaran itu dengan menambah jumlah jadi 800 titik seluruh Indonesia termasuk 400 titik di NTT,” tutur Kamlasi.
Simon Petrus Kamlasi mengatakan, pernah anggaran yang tersedia 20 miliar untuk membangun 80 titik pompa hidram, tetapi menghemat dan efisiensi bisa memperbanyak volume menjadi 800 titik seluruh Indonesia temasuk 400 titik di NTT menggunakan anggaran tersebut.
Seperti di Kabupaten Kupang sudah membangun 27 titik sampai dengan tahun 2021. Titik lokasi berada di Oelnasi, Baumata Timur, Oeltua, Baumata Utara, Baumata, Seko Oemofa, Dulu Sublele, Fatukanutu, Oefafi, Tanini, Oebola Dalam, Raknamo, Oesusu, Tolnako, Silu I Oelola, Silu III Tahiti, Lelogama, Ohaem, Fatumonas, Binafun, Retrain I, Retrain II, Teunbaun, Tesbatan I, Tesbatan II, Oenesu, Sumlili.
Karena keberhasilannya memodifikasi teknologi pompa hidram yang lebih murah dan efisien membuat dirinya meraih rekor MURI.
Masyarakat desa Oesusu berterima kasih atas bantuan pompa hidram dari Simon Petrus Kamlasi sehingga bisa mendapat air untuk minum dan pertanian.
“Kami warga desa Oesusu khususnya warga dusun empat dan lima Oesusu Dalam mengucapkan terima kasih kepada bapak Simon Petrus Kamlasi atas pembangunan pompa hidram sehingga kami bisa mendapatkan air untuk kebutuhan kami dan bercocok tanam,” ungkap sejumlah warga penerima manfaat.
Masyarakat juga menyatakan siap mendukung dan memenangkan Simon Petrus Kamlasi menjadi Gubernur NTT periode 2024-2029 pada pemilihan 27 November mendatang.
“Kami siap mendukung dan memenangkan bapak SPK (Simon Petrus Kamlasi) dalam pemilihan gubernur NTT,” tegas masyarakat desa Oesusu.
Dalam perhelatan politik Pilkada Gubernur NTT tahun 2024, Simon Petrus Kamlasi berpasangan dengan Adrianus Garu dan mengambil akronim Paket SIAGA dengan nomor urut pasangan calon tiga dari tiga pasangan calon yang maju bertarung.
Paket SIAGA diusung tiga koalisi partai politik yaitu NasDem, PKB dan PKS. Didukung tim relawan dan keluarga yang sudah bergerak sampai jauh ke seluruh pelosok NTT. (TIM/RN)







