RADARNTT, Kupang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) disebut mahal oleh bakal calon wakil gubernur NTT, Johanis Asadoma dalam konferensi pers usai mendaftar di KPU pada Selasa, 27 Agustus 2024.
Sekretaris DPW PKB Provinsi NTT, Donatus Djo memaafkan Johanis Asadoma atas pernyataan ke publik yang menyebut PKB mahal.
“Entah apa maksudnya mahal itu, kita memaafkan karena bersangkutan sudah meminta maaf. Tapi bagi kami pernyataan tersebut justru merugikan Johanis Asadoma bersama pasangannya,” ungkap Donatus Djo, Kamis (29/8/2024).
Pernyataan PKB mahal bisa bermakna partai lain murah dan bahkan sangat murah di mata beliau.
Salah satu kader PKB Kota Kupang mengatakan orang tidak punya partai omong enak perut, tidak berpikir susahnya orang mendapat kursi.
“Dia sudah minta maaf, jadi ampunilah dia sebab dia tidak ikut terlibat dalam proses politik,” ungkapnya, sembari meminta tidak disebutkan identitasnya.
Mungkinkah demokrasi tanpa partai politik yang kuat? Membangun partai politik memang “mahal” untuk meningkatkan peran dan fungsi sebagai pilar demokrasi.
Pada 1796, Presiden Amerika Serikat George Washington mengecam partai politik karena mengizinkan “orang-orang licik, ambisius, dan tak berprinsip” untuk “menurunkan kekuatan rakyat”.
Tuduhannya itu terasa masih relevan kini, hanya beberapa bulan setelah mayoritas anggota kongres Partai Republik di Amerika Serikat secara terbuka menentang hasil pemilu presiden AS terbaru.
Tapi sebenarnya, bahkan jauh sebelum peristiwa itu, sudah banyak warga AS yang berbagi keprihatinan sama dengan Washington. (TIM/RN)







