RADARNTT, Kupang – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mantan Wakil Walikota Kupang Daniel Hurek mengungkapkan alasan kenapa memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu atau Paket SIAGA pada tanggal 27 November 2024 kepada ribuan massa yang memadati Lapangan Sitarda Lasiana Kota Kupang mengikuti kampanye akbar paket SIAGA pada Rabu (13/11/2024) petang.
Menurut Daniel Hurek Provinsi NTT harus dipimpin oleh orang yang berlatar belakang militer. Pasalnya, Provinsi NTT sudah punya pengalaman sukses dipimpin oleh tiga orang gubernur yang berlatar belakang militer dan sudah selama 25 tahun terakhir NTT dipimpin oleh warga sipil.
“Selama ini NTT dipimpin warga sipil, sehingga sekarang harus dipimpin oleh orang yang berlatar belakang militer,” ujar Daniel Hurek.
Ia menuturkan, NTT pernah dipimpin Pieter Alexander Tallo selama 10 tahun, Frans Lebu Raya 10 tahun, dan Viktor Bungtilu Laiskodat lima tahun.
“Kini saatnya mantan militer memimpin NTT yaitu Simon Petrus Kamlasi yang tidak sekadar militer tetapi memiliki kompetensi dan rekam jejak kepemimpinan yang cerdas dan melayani dengan hati,” tegas Daniel Hurek.
Menurutnya, Simon Petrus Kamlasi memiliki kealihan aplikasi teknologi memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan pertambangan rakyat atau sektor primer yang menyerap sekira 49 persen angkatan kerja di NTT.
“Simon Petrus Kamlasi memiliki kealihan dalam menyediakan air dan energi baru terbarukan untuk semua sektor,” tandasnya.
Memajukan sektor primer dengan menyediakan air dan energi bagi pertanian, peternakan, perikanan dalam meningkatkan produktivitas. Menyediakan pupuk, benih/bibit, obat-obatan dan pakan ternak murah serta penyediaan peralatan dengan teknologi tepat guna.
Memajukan sektor primer dengan menyediakan input produksi murah dan terjangkau untuk meningkatkan produksi pertanian, peternakan dan perikanan.
“Industri olahan di empat lapangan usaha primer, diyakini NTT dapat keluar dari julukan provinsi termiskin nomor tiga dari bawah,” jelas Daniel Hurek.
Simon Petrus Kamlasi juga memiliki kemampuan pemecahan masalah rakyat secara cepat dan tepat, terutama batas negara sebagai garda terdepan atau pintu masuk NKRI seperti di Naktuka dan beberapa tempat.
Senada dengannya, Calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi juga menegaskan bahwa siap menggabungkan semua pengalaman dan success stories dari tiga seniornya El Tari, Ben Mboi dan Herman Musakabe.
“Kita kenal pak El Tari dengan program tanam-tanam dan tanam, pak Ben Mboi denga operasi Nusa Hijau dan Operasi Nusa Makmur, pak Musakabe yang mengangkat motif tenun ikat NTT menjadi kebanggaan kita. Saya akan menggabungkan semua pengalaman baik pemimpin terdahulu dengan kepemimpinan cerdas dan inovatif,” ujar Mantan Kasrem Wira Sakti 161 Kupang.
Simon Petrus Kamlasi akan mempercepat dan memperbesar serta memperluas pencapaian hasil dari pengalaman yang sudah dikerjakan selama ini bersama masyarakat dalam penyedian air bagi masyarakat, pertanian, peternakan dan perikanan untuk peningkatan produktivitas yang kontinu sembari melakukan industri olahan produk lokal dari sektor primer.
“Untuk itu, butuh mandat kuasa dari rakyat pada tanggal 27 November 2024 agar kita bisa mengeksekusi semuanya dengan cepat dan tepat,” tegasnya.
Menutup orasi politiknya, Simon Petrus Kamlasi mengajak ribuan massa bernyanyi bersama lagu hidup ini adalah kesempatan untuk melayani. (TIM/RN)









