NasDem Kukuh Menolak Masuk Kabinet Prabowo Meski Ditawari

oleh -1488 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh mengungkapkan partainya ditawari masuk kabinet Presiden Prabowo Subianto. Namun, NasDem menolak karena sadar diri punya rasa malu.

Partai NasDem tak meminta, tapi ditawari masuk kabinet Prabowo. Tawaran tersebut ditolak lantaran NasDem tak memperjuangkan Prabowo pada Pilpres 2024.

Surya Paloh menegaskan, NasDem harus tahu diri. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk masuk dalam kabinet. Ia menegaskan, partai politik yang bernama NasDem ini memang tidak pantas untuk berada, hadir, untuk mengisi anggota kabinet di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

“Dalam pemilu yang lalu NasDem tidak mencalonkan Presiden Prabowo Subianto. Maka inilah konsekuensi politik yang harus kita buktikan, harus ada budaya malu,” ujar Surya Paloh.

Dia menegaskan, sekalipun tidak berada dalam Kabinet Merah Putih, jika NasDem tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. NasDem ikut berbahagia saat Prabowo menang, NasDem ikut mendukung program pemerintah dan seterusnya.

“Tidak berada dalam Kabinet Merah Putih bukan berarti kita tidak suka, bukan berarti NasDem tidak ikut berbahagia dan bergembira ketika Presiden Prabowo terpilih. Kita berbahagia untuk itu, tapi kita juga tetap dengan konsistensi atas nilai moralitas yang kita miliki. Mabok pada kekuasaan yang lebih itu bukan NasDem. Inilah proses pendidikan politik di negeri ini,” kata Surya Paloh.

Sikap politik ini mendapat tanggapan positif sejumlah kader Partai NasDem yang mendukung bahwa dalam berpolitik ada etikanya. Karena tanpa etika, politik menjadi gerakan barbar.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Partai NasDem Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Alexander Take Ofong, S.Fil mendukung sikap Ketum berdasarkan prinsip dan integritas selama memimpin Partai NasDem.

“Mendukung sikap Ketum berdasarkan prinsip dan integritas Ketum yang kami kenal selama memimpin NasDem,” kata Alex Ofong.

Ia melanjutkan, politik harus beretika kalau tidak hanya melahirkan perilaku barbarisme antar pelaku politik dalam memainkan politik yang cenderung “telanjang mata” ditonton jutaan rakyat.

“Tentu, tanpa etika politik jadi gerakan barbar,” ujar Alex Ofong.

Sehingga sikap politik NasDem yang diambil Ketum ini menunjukkan etika politik yang sangat tinggi, bahwa tidak asal masuk saja dalam kabinet tetapi ada pertimbangan etis politis bahwa ini pemerintahan yang sejak awal saat pencalonan tidak bersama partai NasDem.

Ia mengatakan bersikap oposisi pun baik dalam alam demokrasi, bisa memberikan kritik konstruktif agar ada check and balances di parlemen sebagai fungsi kontrol terhadap pemerintah.

Hal sama disampaikan Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Kupang, Emil Fanggidae bahwa sangat bijak sikap Ketum Surya Paloh secara etika politik.

“Sikap yang bijak secara etika politik. Tidak ambil bagian dari sesuatu yang tidak didukung sejak awal,” ujarnya.

Diketahui, pada pemilihan Presiden tahun 2024 lalu, Partai NasDem mendukung Anies Rasyid Baswedan yang berpasangan dengan Abdul Muhaimin Iskandar, berkoalisi dengan PKB dan PKS.

Prabowo-Gibran menjadi pemenang dengan memperoleh 96.214.691 suara, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mengantongi 40.971.906 suara. Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, menghimpun 27.040.878 suara. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.