RADARNTT, Kupang – Menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan politik pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi NTT tahun 2024, calon gubernur Simon Petrus Kamlasi (SPK) mengajak semua pasangan calon (Paslon) agar bisa “bertukar baju” saat pertandingan usai.
“Jika saya dan pak Andre yang menang, saya harap bisa pakai baju pak Ansi dan ibu Jane, pak Melky dan bang Johni. Begitu pun baju saya bisa dipakai,” ajak Simon Petrus Kamlasi dalam kata sambutan usai penarikan nomor urut pasangan calon, Senin (23/9/2024).
Bagi Simon Petrus Kamlasi, Pilkada ibarat pertandingan yang berlangsung sesuai aturan main dan semua peserta sportif menerima apapun hasilnya.
“Siapa pun yang terpilih nanti harus bisa bekerja sama dan berkolaborasi untuk membangun NTT, kita harus saling mendukung untuk NTT lebih baik,” ujarnya.
Dia juga mengatakan semua partai politik telah mengangkat enam kader terbaik. Sehingga kontestasi Pilgub NTT pasti berkualitas dan menghasilkan pemimpin yang baik untuk NTT yang maju dan mandiri dalam spirit kerja sama dan kolaborasi.
“Luar biasa partai politik sudah mengangkat orang-orang hembat, semua yang ada ini orang hebat NTT. Punya rekam jejak yang tidak diragukan lagi dan memiliki ide dan gagasan bagus yang harus dieksekusi dengan baik dan benar,” tegasnya.
Simon Petrus Kamlasi akan menggunakan ide dan gagasan yang bagus dari dua paslon lainnya untuk membangun NTT dengan semangat kerja sama dan kolaborasi.
Simon Petrus Kamlasi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memilih pemimpin NTT untuk lima tahun ke depan.
Diketahui, pasangan calon Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu dengan akronim Paket SIAGA diusung tiga partai politik yaitu NasDem, PKB dan PKS yang mendapat nomor urut tiga. (TIM/RN)







