DPW NasDem NTT dan Mahasiswa Gelar Dialog Interaktif Bahas Dua Masalah Aktual

oleh -1534 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar dialog interaktif membahas dua masalah aktual saat ini yaitu masalah kekerasan terhadap perempuan dan energi panas bumi atau geothermal.

Dialog yang diinisiasi Organisasi Sayap Liga Mahasiswa NasDem DPW NTT bersama Mahasiswa Magang dari Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (FISIP) Univesitas Nusa Cendana (Undana) itu berlangsung pada Rabu, 18 Juni 2025 di Gedung NasDem, menghadirkan dua Narasumber yaitu Pius Rengka dan Anwar Pua Geno dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat sebagai peserta dialog yaitu mahasiswa, aktivis organisasi kemasyarakaran.

Kekerasan terhadap perempuan khususnya kejahatan seksual merupakan isu populer diberbagai platform media cetak maupun online di NTT maupun dalam skala Nasional, paling mengejutkan lagi per hari ini ada 75 persen dari 3.052 narapidana di NTT saat ini merupakan pelaku kejahatan seksual.

Demikian juga isu geothermal yang merupakan proyek strategis nasional, dalam eksplorasi di NTT dengan 28 titik tersebar di pulau Flores, Lembata, Alor dan Timor. Namun, muncul penolakan dari berbagai kelompok masyarakat.

Masyarakat menilai Pengembangan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) membahwa kerugian seperti kerusakan lingkungan yang berdampak pada berkurangnya hasil ekonomi, kerusakan rumah-rumah, perubahan suhu udara, dan gangguan pernapasan, bahkan secara terbuka institusi hirarki Gereja Katolik turut melakukan penolakan dalam eksplorasi geothermal di NTT.

Sekretaris DPW Partai NasDem NTT, Johanna Lisapaly dalam sambutan membuka kegiatan menekankan, pentingnya pembelajaran politik bagi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang menganut sistem demokrasi.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di Negara RI yang kita cintai bersama, yang mengedepankan proses demokrasi, memberi ruang bagi masyarakat dalam proses politik, maka sangat diperlukan proses pembelajaran bagi masyarakatnya agar menjadi warga negara yg cerdas, kritis, aktif berpartisipasi serta bertanggung jawab dalamm proses demokrasi,” tegas Lisapaly.

Untuk itulah, lanjut Lisapaly, DPW Partai NasDem yang kini mendapat kepercayaan sebagai lokasi magang oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undana harus bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan konsep terhadap masalah aktual yang sedang terjadi di daerah sebagai proses pembelajaran juga bagi generasi muda mahasiswa yang memiliki kepekaan sosial.

“Kita dipercayakan sebagai tempat magang 6 orang mahasiswa/i FISIP Undana selama lebih kurang satu bulan, DPW Partai NasDem mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pemahaman tentang Peran Partai Politik dalam kehidupan bernegara, khususnya Partai NasDem dengan semangat restorasi dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat NTT,” ujarnya.

Lisapaly mengatakan, salah satu poin penting terkait pendidikan politik adalah bagaimana membangun warga negara yang bertanggung jawab, membantu individu memahami akan hak dan kewajibannya dan berkontribusi pada pembangunan negara dari daerah.

“Salah satu poin penting terkait pendidikan politik adalah bagaimana membangun warga negara yang bertanggung jawab, dalam artian membantu individu memahami akan hak dan kewajibannya dan berkontribusi pada pembangunan negara, dalam konteks kita hari ini pada pembangunan di daerah,” tandas Lisapaly.

Menurutnya kedua isu/masalah yang didiskusikan forum dialog interaktif menjadi bahan pemikiran bagi partai dan juga mashasiswa magang dalam proses belajar.

“Dua isu strategis yang diangkat dalam dialog interaktif hari ini yaitu terkait kekerasan terhadap perempuan dan masalah geothermal kiranya dapat membuahkan sebuah pemikiran konkret yang dapat diikuti oleh kita semua sebagai warga negara yang baik,” ujar Lisapaly.

Kegiatan hari ini, lanjutnya, sebagai wujud supporting DPW Partai NasDem NTat kepada adik-adik mahasiswa magang yang sedang mendalami disiplin ilmu politik. Kegiatan ini juga merupakan hasil diskusi dan design dari adik-adik mahasiswa magang, berproses mulai dari menginventaris isu, menentukan isu yang sangat strategis dan dikemas dalam model diskusi dialog interaktif dengan tema “Peran Parpol Dalam Menyikapi Isu Strategis di Era Digital”.

Sementara Anwar Pua Geno (APG) dalam dialog menegaskan bahwa isu yang menjadi sorotan dialog memang merupakan isu aktual di publik yang sedang berkembang di berbagai platform media sosial.

Untuk isu kekerasan terhadap perempuan, APG menyampaikan bahwa perempuan merupakan makluk mulia dan negara sudah hadir dalam berbagai regulasi melindungi dan mengangkat harkat dan martabat perempuan tetapi tidak dipungkiri masih banyak kekerasan baik ferbal dan fisik kerap terjadi,

“Semua elemen masyarakat proaktif terlibat mencegah dan memberantas kejahatan terhadap perempuan terkhususnya kejahatan seksual untuk anak di bawah umur,” tegas APG mengajak.

Sedangkan masalah geothermal, menurut APG, prinsipnya dalam suatu kebijakan pasti ada pro kontak maka dalam memutuskan harus melibatkan berbagai elemen masyarakat dan memperhatikan teknologi mapan dan ramah lingkungan,.

“Untuk geothermal kita tidak menolak secara masif dan menerima tetapi selalu memperhatikan unsur-unsur kepentingan,” kata APG mengingatkan.

Sementara, Pius Rengka yang hadir melalui zoom meeting mengatakan, dengan berbagai kemajuan teknologi khususnya media solial memudahkan mengakses informasi dan bagaimana peran partai politik harus menyikapi isu yang aktual yang sedang berkembang dan mendiskusikannya dengan berbagai pihak agar bisa melahirkan suatu rekomendasi yang ilmiah.

“Dengan isu yang di angkat dalam dialog interaktif ini merupakan bentuk fungsi partai politik dalam melakukan pendidikan politik dan penyerapan aspirasi dari berbagai elemen,” kata Pius Rengka.

Dalam dialog yang berlangsung kurang lebih dua jam dipandu Klemens Ola sebagai politisi muda Partai NasDem. Berbabagi pertanyan dan peryataan kritis dilontarkan oleh para peserta dialog. Para peserta juga sangat mengapresiasi kegiatan dialog interaktif dengan mengangkat yang sangat aktual.

Klemens Ola selaku pemandu, dalam penutup dialog menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang sudah bersedia hadir dan memberikan edukasi pendidikan politik khususnya bagaimana sebagai kader dan genererasi muda dalam menyikapi suatu isu-isu yang sedang bekembang.

“Terima kasih kepada nara sumber juga untuk seluruh peserta dialog interaktif yang sudah hadir dan aktif dalam dialog yang sudah memberikan pandangan-pandangan yang kritis,” pungkasnya.

Semua usul saran dan pendapat yang disampaikan dalam dialog interaktif akan dirumuskan dan menjadi bahan masukan kepada Partai NasDem NTT untuk diperjuangkan lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku dalam sistem tata pemerintahan yang berlaku di Indonesia. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.