RADARNTT, Kupang – Mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai faktor penentu tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Komisi V DPRD Provinsi NTT melakukan Kunjungan Kerja ke Surabaya Jawa Timur.
Kunjungan yang berlangsung awal pekan ini melibatkan 10 Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT dan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Kristien Samiyati Pati yang mengunjungi dua dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Agenda kunjugan ke dinas pendidikan terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), karena Jawa Timur sebagai provinsi paling siap melaksanakan PPDB di Indonesia. Lalu terkait sekolah swasta karena di Jawa Tmur memiliki SMA/SMK swasta atau yang milik masyarakat paling banyak dan mempunyai cara untuk menarik minat siswa untuk masuk ke SMA/SMK swasta yaitu melalui beasiswa dari APBD dan dari sekolah swasta yang bersangkutan menyiapkan beasiswa sehingga menarik minat dari siswa untuk masuk ke SMA/SMK swasta.
Sedangkan kunjungan di dinas kesehatan tentang pengelolaan rumah sakit bergerak terapung untuk melayani daerah kepulauan, karena Jawa Timur menjadi yang pertama sudah punya rumah sakit bergerak terapung yang di kelola dengan kolaborasi dari beberapa instansi terkait, yaitu Dinas Perhubungan, BMKG dan pemerintah kabupaten/kota dalam memberikan pelayanan kesehatan di pulau-pulau dalam wilayah provinsi Jawa Timur.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT, Kasimirus Kolo kepada media ini mengatakan, pendidikan bermutu sangat ditentukan oleh tiga faktor yaitu input, proses dan output.
Saat ini, kata dia, sementara memasuki tahapan input pendidikan melalui seleksi penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2025/2026.
“Kita perlu perhatikan seleksi masuk sekolah dengan persyaratan yang ketat agar mendapatkan siswa berkualitas,” kata Kasimirus Kolo via seluler, Selasa (27/52025) petang.
Menurutnya, peserta didik yang berkualitas akan berproses dalam kegiatan belajar mengajar yang didukung tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta fasilitas sekolah yang baik sesuai standar maka menghasilkan output pendidikan yang berkualitas dan memiliki daya saing di dunia kerja maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Kualitas input, proses dan output pendidikan kita sangat tergantung pada keberpihakan politik anggaran yang memadai sebagai urusan wajib. Seperti Jawa Timur sudah bisa mengalokasikan anggaran 30 persen lebih dari APBD untuk pendidikan,” ujar Kasimirus Kolo.
Dia juga menyarankan pemerintah membentuk sekolah unggulan tingkat SMA/SMK berdasarkan tiga zona yaitu zona Sumba, Flores dan Timor agar menjadi sekolah model berkualitas.
“Kita bisa membentuk sekolah model di tiga zona yaitu zona Timor, Flores dan Timor yang memiliki kualitas terbaik dalam menyiapkan generasi penurus daerah ini,” tandasnya.
Kasimirus Kolo juga mengatakan, perlu membangun rumah sakit bergerak terapung untuk melayani daerah kepulauan terpencil di NTT seperti di Jawa Timur. Karena provinsi NTT merupakan daerah kepulauan, terdiri atas seribuan pulau sangat cocok dengan model ini.
“Kita perlu bangun rumah sakit bergerak terapung yang mobile ke pulau-pulau, seperti yang pernah digagas Gubernur sebelumnya, pak Viktor Laiskodat namun belum sempat dieksekusi,” jelas Ketua Fraksi NasDem itu.
Tiga dimensi dasar membentuk kualitas IPM suatu daerah atau bangsa, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge) dan standar hidup layak (decent standard of living).
Badan Pusat Statistik mencatat, IPM Provinsi NTT tahun 2024 mencapai 69,14, meningkat 0,74 poin (1,08 persen) dibandingkan tahun sebelumnya (68,40). Secara nasional IPM Indonesia tahun 2024 mencapai 75,02 poin.
Konsep IPM pertama kali dicetuskan oleh United Nations Development Programme (UNDP) melalui Human Development Report pada tahun 1996, yang kemudian berlanjut setiap tahun.
IPM adalah sebuah indikator yang menunjukkan pengembangan terutama dalam pembangunan sumber daya manusianya.
Fokus utama dari pembangunan manusia adalah terkait manusia dan kesejahterannya, maka dari itu pembangunan manusia berarti pertumbuhan yang positif dan perubahan dalam tingkat kesejahteraan manusia.
Tujuan utama adanya indeks pembangunan manusia adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan bagi rakyatnya untuk menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif.
Menurut UNDP, Indonesia tergolong sebagai negara dengan pembangunan manusia tingkat sedang atau medium human development. (TIM/RN).








