RADARNTT, Jakarta – Mendapat dukungan mayoritas Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Pemerintah, Senator Sultan B Najamudin, Senator Yoris Raweyai dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas menyatukan visi dan membulatkan tekad memimpin lembaga itu satu periode ke depan.
Gusti Kanjeng Ratu Hemas menginginkan agar lembaga DPD harus kembali kepada khittahnya, sebagai lembaga perwakilan daerah yang fokus memperjuangkan kepentingan masyarakat dan daerah di tingkat nasional. Untuk memperjuangkan itu perlu kesolidan dan kontribusi seluruh anggota DPD RI.
Hal ini disampaikan Istri Sultan Hamengku Buwono X itu setelah dirinya bersama Senator Sultan B Najamudin dan Senator Yoris Raweyai membentuk paket maju dalam pencalonan pimpinan DPD RI periode 2024-2029.
“DPD RI itu milik seluruh daerah yang direpresentasikan para wakilnya di 38 provinsi. Ya karena itulah kami berpendapat bahwa lembaga ini akan kuat jika komposisi pimpinannya diisi oleh konfigurasi kebhinekaan Indonesia,” tutur Ratu.
Kepemimpinan lembaga DPD RI harus merepresentasikan seluruh daerah sebagai lerwujudan nilai kebhinekaan Indonesia. Tidak dipimpin daerah tertentu saja seperti selama ini terjadi.
“Pak Sultan Najamudin mewakili semangat anak muda, Pak Yorris mewakili saudara-saudara kita dari Timur, saya mewakili suara perempuan. Dan satu lagi masih kami konsolidasikan untuk memantapkan komposisi fantastic four ini,” tegas Ratu.
Selama ini, lanjutnya, Kami mendengar kritik dari beberapa pengamat dan para pakar hukum tata negara yang menilai kurangnya kiprah DPD RI sebagai lembaga legislatif di mata publik karena selama ini pimpinan dan anggota DPD RI terlihat berjalan sendiri. Bisa dikatakan terjadi disorientasi politik lembaga.
“Adalah wajar jika publik mengharapkan peran dan kontribusi yang lebih dari lembaga politik nasional seperti DPD ini. Bukan hanya untuk satu atau dua daerah saja. Sehingga dibutuhkan kepemimpinan lembaga yang bersifat kolektif dan kuat”, tegas Ratu yang telah didaulat sebagai Senator sejak pertama kali DPD RI dibentuk itu.
“Bagi kami, penguatan kewenangan DPD RI merupakan tujuan utama pimpinan lembaga. Kami sangat percaya bahwa ketika semua anggota DPD RI memiliki kesamaan semangat untuk hadir memberikan solusi atas kesulitan rakyat, di situlah dukungan penguatan DPD akan berdatangan,” ujarnya.
Ke depan, kata Ratu, pembangunan daerah maupun nasional tidak ringan dan penuh tantangan. Kebijakan pemerintah perlu terus dikawal. Dengan demikian Kebijakan di pusat akan berdampak pada seluruh daerah.
“DPD RI harus terus hadir mengingatkan pemerintah bahwa Indonesia ada karena keberadaan daerah-daerah. Ketika daerah maju maka Indonesia pun akan kuat”, harap Ratu dengan penuh optimis.
Berdasarkan informasi yang diterima pemilihan Pimpinan DPD RI Periode 2024-2029 akan menggunakan sistem paket. Pasca tersiarnya sudah ada 2 paket calon pimpinan DPD yang akan bertarung pada Oktober 2024, para calon mulai mengonsolidasikan dukungannya.
“Dengan dukungan mayoritas anggota yang terus mengalir, dari pimpinan nasional, tokoh, dan berbagai komponen, kami meyakini saatnya perubahan untuk perbaikan lembaga DPD RI akan menemui titik terang”, tutup Ratu.
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin terkonfirmasi telah membentuk paket pencalonan sebagai pimpinan DPD RI periode 2024-2029 bersama Yorris Raweyai dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas.
Dijumpai saat melakukan makan siang bersama di kediaman politisi senior Yoris Raweyai di Bilangan Mampang Jakarta Selatan, Sultan mengkonfirmasi pencalonan dirinya bersama kedua senator senior tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kami bertiga sudah bermusyawarah dan telah bersepakat untuk menyatukan visi politik memperkuat kewenangan dan martabat lembaga DPD. Tentunya atas permintaan dan dukungan dari para anggota DPD RI dari hampir semua daerah,” ujar Sultan kepada awak media.
Mantan wakil gubernur itu mengungkapkan dukungan terhadap paket calon pimpinan yang diusungnya telah mendapatkan restu dari banyak tokoh nasional. Termasuk dukungan dari pemerintahan Presiden Jokowi dan presiden terpilih Prabowo.
“Kami berkomitmen akan menavigasi lembaga ini secara lebih bermartabat dalam posisi yang ideal di antara lembaga negara lainnya. Keberadaan DPD harus memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pembangunan daerah dan Indonesia,” terang Sultan.
Kami berpendapat, kata Sultan, lembaga dengan legitimasi daulat rakyat yang besar ini perlu mendapatkan kewenangan yang ideal dalam fungsinya sebagai lembaga legislatif. Terutama dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan otonomi daerah yang semakin besar.
Sultan mengatakan gagasan memperkuat kewenangan lembaga DPD yang diusungnya adalah tidak dengan mengamandemen konstitusi untuk kembali ke UUD 1945 yang asli. Karena semangat politik yang serampangan itu akan berkonsekuensi pada pembubaran lembaga DPD dan lembaga negara lainnya yang dibentuk pasca amandemen UUD 1945.
“Sangat jelas bahwa motivasi politik kami adalah agar kewenangan lembaga ini menjadi kuat, dan itu akan menjadi prioritas kami saat diamanahkan menjadi pimpinan DPD RI. Kita semua menyadari peran dan kewenangan lembaga legislatif ini masih terbilang sangat terbatas dan hampir tidak dirasakan dampaknya oleh masyarakat di daerah,” tegas mantan aktivis KNPI itu.
Ketika ditanya soal ketidak hadiran salah satu calon pimpinan, Sultan menjelaskan bahwa pihaknya sudah memiliki banyak calon wakil ketua dari wilayah Timur Satu (Kalimantan dan Sulawesi). Kami hanya sedang memberikan kesempatan kepada figur-figur terbaik di wilayah Timur Satu untuk berembuk dan kemudian mengusulkan satu nama yang ideal kepada kami.
“Kami ingin komposisi paket calon pimpinan yang kami bentuk bisa memperkuat visi transformasi lembaga. Semua anggota DPD baik yang incumben maupun yang baru terpilih adalah putera puteri terbaik daerah yang patut kita ajak untuk berjuang bersama di lembaga DPD,” tandasnya .
Saat ini Sultan merupakan wakil ketua DPD RI dari daerah pemilihan Bengkulu dan telah terpilih sebanyak tiga kali. Menurut Sultan, komposisi paket pencalonan pimpinan DPD RI yang dibentuknya sudah cukup ideal dan inklusif.
“Bang Yoris merupakan tokoh politik senior yang sangat dihormati oleh senator-senator dari wilayah Timur. Sedangkan Ibu Ratu Hemas menjadi representasi figur perempuan dan merupakan Ratu dari Raja Jogja Hamengkubuwono X,” tutupnya.
Diketahui, sesuai tata tertib pemilihan pimpinan yang sedang digodok panja, DPD akan memberlakukan sistem calon paket. Di mana akan terdapat empat orang untuk setiap paket calon pimpinan, mewakili masing-masing sub wilayah. (TIM/RN)







