RADARNTT, Kupang – Survei Indikator menggambarkan kompetisi yang ketat antar tiga calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), popularitas Yohanis Fransiskus Lema (Ansy) 51,5 persen, Emanuel Melkiades Laka Lena (Melki) 55,2 persen dan Simon Petrus Kamlasi 34,2 persen. Popularitas Calon Wakil Gubernur Jane Natalia Suryanto, 34 persen. Johni Asadoma, 27,5 persen dan Andrianus Garu, 22,5 persen. Tingkat elektabilitas Ansy-Jane 36,6 persen, Melki-Johni 27,4 persen, Kamlasi-Andre Garu 23,9 persen. Masih ada 12 persen yang belum menentukan pilihan masih mungkin merubah posisi.
Pasangan calon gubernur NTT nomor urut 1 dan 2, Ansy-Jane dan Melki-Johni seakan saling “perang” survei mengklaim kemenangan dalam kontestasi Pilgub NTT tahun 2024. Pasalnya, menampilkan beberapa hasil survei yang memenangkan keduanya seperti survei Indikator, Timor Barat Research Center, Lembaga Kajian Pemilu Indonesia, Voxpol Center dan beberapa lembaga yang jauh sebelumnya melakukan survei sebelum penetapan pasangan calon oleh KPU.
Menurut Akademisi FISIP Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, DR. Urbanus Ola Hurek, rilis survei Indikator terkait popularitas dan elektabilitas calon gubernur dan wakil gubernur yang ikut kotestasi Pilgub NTT sesungguhnya menarik menjadi referensi bagi pemilih dan pasangan calon serta tim sukses.
“Hasil survei ini menunjukkan bahwa dinamika politik dalam kontestasi pilkada gubernur dan wakil gubernur di NTT masih dinamis, lentur dan cukup kompetitif,” jelas Ola Hurek ke media ini di Kupang belum lama ini.
Menurut Ola Hurek, dalam kurun waktu kurang dari dua bulan ke depan menjelang Pilgub 27 November 2014 masih sangat terbuka peluang bagi ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT untuk saling melambung di tikungan terakhir.
“Prediksi menang survei di September – Oktober belum jadi jaminan memenangkan kontestasi sesungguhnya pada tanggal 27 November 2024 mendatang,” tegas Ola Hurek.
Menurutnya, hasil akhir sangat bergantung pada bagaimana ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT dan tim suksesnya memanfaatkan data survei untuk kerja pemenangan dalam sisa waktu yang ada dengan mengoptimalkan semua potensi dan sumber daya politik yang dimiliki.
Sementara pasangan calon gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) tetap tenang mengalun langkah menyapa masyarakat di Lembata-Flores, Timor, Sumba dan kepulauan Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua.
SIAGA optimis bertarung hingga akhir, Sampai titik darah penghabisan meraih kemenangan. Kedaulatan ada di tangan tiga jutaan rakyat pemilih yang akan memberikan suaranya pada 27 November 2024 mendatang dan amat menentukan masa depan provinsi NTT.
Ketua Tim Koalisi Pemenangan Paket SIAGA, Kristo Blasin menegaskan SIAGA terus bergerak menjumpai dan menyapa masyarakat di kampung-kampung, memohon doa restu dan dukungan.
“SIAGA hadir membawa harapan perubahan provinsi kepulauan NTT yang selalu dicap terbelakang dan termiskin dengan inovasi teknologi pertanian, peternakan dan perikanan di sektor hulu dan menyiapkan industri olahan produk yang dihasilkan petani, peternak dan nelayan,” jelas Kristo Blasin.
SIAGA memberikan fokus pada sektor primer yang digeluti sekira 49 persen angkatan kerja di NTT, membangun hulu dan hilir sektor pertanian, peternakan dan nelayan. Mendorong industri olahan produk lokal sesuai potensi daerah di sentra-sentra produksi.
SIAGA Air sebagai prasyarat utama menjamin usaha pertanian, peternakan dan nelayan dan industri olahan produk dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Karena provinsi NTT terkenal dengan daerah kering maka fokus utama penyediaan air bersih dan irigasi pertanian dengan memaksimalkan semua potensi air permukaan dan air tanah dengan berpegang pada prinsip menjaga alam dan air untuk masa depan anak cucu. (TIM/RN)







