Seminari Sinar Buana Weetabula Diskusi “Deep Learning” dan Pendidikan Gaya Bank

oleh -1223 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Weetabula – Seksi Akademik Seminari Sinar Buana Weetabula mengadakan kegiatan diskusi ilmiah sebagai program wajib untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang akademik, yang diadakan tiap minggu kedua dan keempat dalam bulan.

Diskusi berlangsung Minggu, (16/11/2025), melibatkan peserta 85 orang terdiri dari siswa Kelas X hingga kelas XII SMA Seminari Sinar Buana Weetabula yang sangat antusias berdiskusi.

Kegiatan diskusi kali ini mengangkat tema “Deep Learning dan Pendidikan Gaya Bank”. Metode diskusi yang digunakan adalah dengan menggunakan metode diskusi ILC (Indonesian Lawyers Club), yang biasanya disiarkan di TvOne sejak Februari 2008 dan sejak 29 Oktober 2021 ditayangkan di kanal You Tube.

Pemandu kegiatan diskusi kali ini adalah Frater Irenius Boko dan penanggap atau narasumber utama adalah siswa Kelas XII SMA Sinar Buana Weetabula.

Dalam pengantar, Frater Irenius menjelaskan bahwa Kurikulum Deep Learning merupakan antitesis bagi Pendidikan Gaya Bank yang acap kali direalisasikan di Indonesia.

“Kurikulum deep learning sebagai antitesis bagi pendidikan gaya bank yang acap kali terjadi di Indonesia. Dengan Adanya kurikulum deep learning, siswa diajak untuk lebih aktif dalam ruangan kelas,” kata Irenius.

Salah satu siswa SMA Seminari Sinar Buana Weetabula, Glery juga menyampaikan opininya tentang Deep Learning dan Pendidikan Gaya Bank.

“Pendidikan Gaya Bank hanya menciptakan ruang relasi Subjek – Objek. Siswa pasif dan tidak aktif,” kata Glery.

Dengan demikian, Joyfull Learning yang adalah salah satu metode dalam kurikulum Deep Learning dapat menjadi salah satu poin untuk mengatasi pendidikan gaya Bank.

Siswa kelas XII SMA Seminari, Venan juga menambahkan bahwa Pendidikan bermakna yang sampai pada tahap implementasi adalah juga poin penting dalam mengatasi Pendidikan Gaya Bank.

Diswa kelas XII SMA Seminari, Oby menambahkan bahwa mindfull Learning, merupakan komponen penting dalam Deep Learning untuk meningkatkan daya kritis siswa dalam mengatasi metode Pendidikan gaya bank.

Siswa kelas XII SMA Seminari, Salvator dalam menyimpulkan diskusi mengharapkan guru dapat secara efektif menerapkan Deep Learning. Hanya dengan metode demikian, guru tidak sedang menjadi murid sebagai objek pasif seperti dalam pendidikan gaya bank.

“Dan ketika pendidikan gaya bank didihilangkan, ruang kelas akan diisi oleh guru dan siswa dalam relasi subjek-subjek,” kata Salvator. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.