Mafindo Maumere Melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial – “AI Goes to School”

oleh -632 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Ende – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) wilayah Maumere menyelenggarakan kelas offline program AI Goes to School (AIGTS) didukung oleh Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), inisiatif ini merupakan langkah awal dari visi besar untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota agar mampu memanfaatkan teknologi AI dalam pekerjaan sehari-hari.

Program ini dirancang agar para pendidik di Ende dapat bertransformasi menjadi guru yang Cerdas dalam mengadopsi teknologi, Bijak dalam memfilter informasi serta menangkal hoaks berbasis AI, sehingga mampu memberikan hasil yang Berdampak nyata bagi kualitas pendidikan di kelas. Sebanyak 77 guru terpilih dari jenjang SD hingga SMA/SMK di Kabupaten Ende berpartisipasi dalam pelatihan intensif ini untuk menguji efektivitas modul dan platform Learning Management System (LMS) yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende pada Sabtu, 28 Maret 2026

Pelaksana kegiatan Person in Charge (PIC), Rofinus Riwu menekankan pentingnya peran guru dalam era digital. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teori, melainkan sebuah Pilot Project krusial untuk menguji efektivitas modul pembelajaran AI dan fungsionalitas platform LMS dalam konteks nyata di lapangan.

Kami melibatkan 77 guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK di Kabupaten Ende, untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat diadaptasi oleh seluruh pendidik tanpa memandang tingkat sekolah tempat mereka mengabdi. Masukan langsung dari para guru di Aula Dinas P dan K Kabupaten Ende hari ini akan menjadi fondasi utama dalam menyempurnakan program sebelum nantinya diimplementasikan secara menyeluruh di 40 kota lainnya di Indonesia,” ujar Rofinus.

“Fokus utama kami adalah membentuk pendidik yang Cerdas dalam memilih perkakas AI dan Bijak dalam pemanfaatannya agar tidak menggantikan peran kemanusiaan guru, melainkan memperkuatnya. Melalui simulasi praktis dan latihan navigasi LMS yang kami laksanakan, para peserta diajak untuk mencoba menerapkan modul AI secara langsung ke dalam skenario pembelajaran sesuai mata pelajaran mereka masing-masing. Kami ingin melihat sejauh mana relevansi materi yang kami susun dengan kebutuhan riil guru saat menghadapi siswa di kelas setiap harinya,” tandas Rofinus.

Rofinus menambahkan, pasca kegiatan tatap muka ini, pendampingan tidak akan berhenti begitu saja karena para peserta akan melanjutkan pembelajaran mandiri melalui LMS selama satu pekan ke depan dengan bimbingan intensif dari tim trainer melalui grup WhatsApp agar transformasi ini benar-benar Berdampak panjang.

“Kami juga telah menyiapkan skema apresiasi berupa biaya penggantian internet yang akan ditransfer langsung ke e-wallet peserta setelah mereka berhasil menyelesaikan seluruh tahapan dan mendapatkan sertifikat. Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata Mafindo agar semangat transformasi digital di kalangan guru dapat terus terjaga hingga program ini tuntas sepenuhnya,” jelas Rofinus.

Salah satu peserta, Oskar Hendrianus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mafindo Maumere yang telah memberika pelatihan yang amat penting ini di tengah tantangan AI dalam dunia pendidikan.

“Kami apresiasi dan berterima kasih kepada Mafindo Maumere yang telah mendampingi pesera pelatihan. Dengan pelatihan ini saya mengenal banyak terkait AI yang berguna dalam melaksanakan tugas belajar mengajar di sekolah,” ujarnya. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.