RADARNTT, SoE – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai medium pembelajaran dan pembentukan karakter siswa untuk meningkatkan pengetahuan berorganisasi dan belajar nilai-nilai demokrasi sejak dini, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Banat, kecamatan Kolbano, kabupaten Timor Tengah Selatan, melakukan pemilihan Ketua OSIS periode 2024/2025.
Acara berlangsung demokratis pada Senin, (27/8/2024). Penyelenggaraan pemilihan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri Banat yakni kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Kepala SMA Negeri Banat, Putri Babys, menuturkan bahwa diselenggarakannya pemilihan pengurus OSIS melatih siswa untuk merefleksiikan makna demokrasi dan implementasinya.
“Kami pihak sekolah mau melatih peserta didik untuk mampu merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangan dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam OSIS, masyarakat dan atau dalam dunia kerja,” tuturnya.
Selain itu, Putri menjelaskan, dalam proses pemilihan Ketua OSIS ini ada dua paket calon ketua dan wakil OSIS yang dicalonkan oleh dua partai besar yakni Kelas XI MIPA dan kelas XII dengan tagline Paket Pelita sedangkan Kelas XII IBB dan XI IBB dengan tagline Paket Nadi serta satu paket independen dengan tagline Abdi.
“Dari ketiga paket ini dipilih oleh 320 peserta didik dan 44 guru dan pegawai yang tersebar dalam empat Tempat Pemungutan Suara (TPS),” jelasnya.
Lebih lanjut, dijelaskan Putri bahwa kegiatan P5 yang mengusung tema SUARA DEMOKRASI ini berjalan dengan baik dan lancar tanpa hambatan yang berarti.
Putri juga menambahkan, untuk tahun ini kita mengagendakan kegiatan P5 yakni Kelas X ada tiga tema antara lain, pertama, Kearifan Lokal mengenai Demonstrasi Tradisi Saeba Banu Di Lingkungan Sekolah. Kedua, Perubahan Iklim Global dengan penanaman 136 pohon jeruk. Ketiga, Bangunlah Jiwa Raganya: Melestarikan alat musik tradisional dari bambu.
“Untuk kelas XI ada dua tema yakni pertama, Suara Demokrasi: Pemilihan Ketua dan wakil ketua OSIS. Kedua, Gaya Hidup berkelanjutan: Mendesain model baju motif tenun daerah. Sedangkan, kelas XII, satu tema yakni Bhineka Tunggal Ika,” tambahnya. (AB/RN)







