Rugi Besar Kalau PDIP Mengusung Anies Baswedan

oleh -1284 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Yohanes Sehandi

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) sedang dalam dilema besar. Mengusung Ahok atau Anies untuk Pilgub Jakarta. Di internal elit PDIP terpecah dua kelompok. Pendukung Ahok dan pendukung Anies.

Sebagai kader PDIP yang selama 20 tahun berada di kandang banteng, yakni 10 tahun jadi Wakil Ketua DPC PDI Kabupaten Ende (1990-2000), 10 tahun Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi NTT (2000-2010), dua periode menjadi anggota DPRD Provinsi NTT (1999-2009) saya merasa perlu bahkan merasa harus memberi usul dan saran kepada PDIP terutama kepada Ketua Umum PDIP.

Sebaiknya PDIP jangan mengusung Anies Baswedan. Sebaiknya usung Ahok atau usung siapapun kadernya sendiri. Pokoknya jangan Anies.

PDIP akan rugi besar kalau mengusung Anies. Apa saja kerugiannya? Berikut penjelasan singkatnya.

Pertama, akan mendapat penolakan keras dari para kader dan pendukung setia PDIP, baik di Jakarta maupun di seluruh Indonesia. Hasil survei lembaga survei milik Burhanudin Muhtadi beberapa hari lalu, hanya 7 persen kader dan pendukung PDIP di Jakarta yang mendukung Anies.

Kedua, luka batin para kader dan pendukung setia PDIP terutama di akar rumput belum sembuh, akibat politik identitas yang dimainkan Anies dan kelompoknya pada Pilgub Jakarta tahun 2017. Akibatnya kader PDIP Ahok tidak hanya kalah, tetapi juga masuk penjara dua tahun karena politik ayat dan mayat dan demo berjilid-jilid. Politik nasionalisme PDIP hancur lebur dikalahkan oleh politik identitas Anies Baswedan dan FPI waktu itu.

Ketiga, Anies Baswedan tidak akan menang di Jakarta melawan pasangan Ridwan Kamil — Suswono yang diusung KIM Plus. Kekuatan besar di belakang KIM Plus adalah Jokowi dan Prabowo. Koalisi besar ini akan menggempur Anies dan PDIP habis-habisan, dengan segala macam cara, secara halal atau haram. Anies dan PDIP pada saat ini sedang menjadi musuh bersama kedua tokoh ini.

Ingatlah waktu Pilpres bulan Februari lalu. Jawa Tengah yang merupakan kandang banteng keraton turun-temurun, pasangan 01 dan 03 yang didukung PDIP, dikalahkan pasangan 02 yang didukung KIM. Untuk Pilgub Jakarta sekarang, kekuatan KIM bertambah lagi dengan kekuatan dukungan Plus (NasDem, PKS, dan PKB) yang pada waktu Pipres ketiganya dukung Anies. Mana mungkin Anies bisa menang kalau konstelasinya seperti ini?

Keempat, para kader dan pendukung setia PDIP di seluruh Indonesia akan kecewa. Kekecewaan mereka berakibat pada lemahnya dukungan untuk pasangan calon yang diusung PDIP, baik di 30-an provinsi maupun di 500-an kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Rasa pesimisme akan melanda pasangan calon yang diiusung PDIP. Kerugian tidak hanya di Jakarta, tetapi di seluruh Indonesia.

Mereka kecewa karena merasa ideologi nasionalisme yang ditanamkan PDIP ke dalam hati nurani terdalam para kadernya lewat program kaderisasi dan sekolah partai selama ini, dengan sangat mudah dihancurkan oleh kepentingan sesaat. Politik nasionalisme yang menjadi ciri khas PDIP dengan mudah ditaklukkan oleh politik identitas Anies Baswedan dan gerombolannya.

Minimal empat kerugian besar itulah yang bakal dialami PDIP kalau mengusung Anies Baswedan. Tentu masih ada lagi kerugian lain. Hanya karena keterbatasan ruangan saja. Kerugiannya tidak hanya di Jakarta saja, tetapi di seluruh Indonesia.

Ende Kota Pancasila, 27 Agustus 2024

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.