Pengaruh Media Sosial Terhadap Prestasi Belajar Siswa

oleh -226 Dilihat
banner 468x60


Oleh: Estiana Dina

Di era globalisasi saat ini, ada banyak cara untuk mencari informasi-informasi dari luar maupun dalam negeri. Media telekomunikasi seperti media sosial youtube, instragram, facebook, google dan lain-lain. Menjadi tempat untuk menemukan dunia baru yang sangat luas dan tidak ada habisnya.

Dunia baru tersebut memiliki istilah “weltonffentlichkeit” atau publik dunia yang menimbulkan efek kecemasan terhadap generasi penerus bangsa khususnya peserta didik yang sedang menempuh pendidikan di seluruh tingkatan sekolah di Indonesia.

Di samping efek negatif yang ditimbulkan dari pemakaian media sosial oleh peserta didik, ditemukan juga dampak positifnya. Pembelajaran di sekolah dipermudah dengan adanya media sosial sebagai tempat untuk memperluas wawasan dengan mengakses situs yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

Selain itu, dengan media sosial peserta didik dapat saling berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain terkait materi pembelajaran di sekolah. Penggunaan media sosial yang mudah dijangkau siapapun, di manapun, dan kapanpun sebenarnya dapat meringankan proses pembelajaran.

Namun, hal yang ditemukan di lapangan tidak sepenuhnya berjalan dengan baik. Ada beberapa peserta didik yang mengakses informasi lain diluar materi pembelajaran.

Dampak terburuk penggunaan media sosial adalah ketika perserta didik mengakses informasi yang tidak penting sehingga melalaikan kewajibannya dalam belajar. Menurunnya tingkat kesadaran peserta didik dalam hal belajar dapat mempengaruhi prestasinya di sekolah.

Apabila tidak dapat mengatur waktunya untuk belajar, perserta didik tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga tujuan pembelajaran tidak akan tercapai. Selain itu, kecanduan media sosial juga dapat mempengaruhi perubahan sikap peserta didik. Perserta didik menjadi malas-malasan dalam mengerjakan tugas dan tidak bisa lepas dari media sosial.

Hal seperti ini memerlukan tindakan serius dari orang tua dan guru. Guru dapat memonitoring kegiatan perserta didik dan mencarikan solusi untuk perserta didik yang bermasalah.

Terlepas dari upaya guru dan orang tua, kesadaran dalam diri perserta didik juga diperlukan. Apabila perserta didik menggunakan media sosial untuk keperluan positif, peningkatan dan tujuan pembelajaran akan terealisasikan.

Namun sebaliknya, jika peresta didik tidak dapat mengatur waktu untuk belajar dan terus menerus mengakses hal negatif dalam media sosial, prestasi belajar tidak akan tercapai. Oleh karena itu, penggunaan media sosial pada perserta didik menjadi sebuah pilihan yg perlu ditindak dengan benar.

Penulis adalah Mahasiswa PGSD Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.