“Jam Terbang” Edi Endi Tidak Bisa Dibohongi

oleh -3182 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Sil Joni

Mario-Rikar itu politisi muda yang sangat potensial. Mereka dilengkapi ‘senjata politik’ yang luar biasa untuk tampil sebagai pemenang dalam ‘tarung politik’. Sayangnya, lawan mereka bukan politisi kacangan (amatir).

Dalam kontestasi Pilkada edisi 27 November 2024 mereka harus berduel dengan Edi-Weng, dua ‘politisi raksasa’ di tanah wisata ini. Maksud hati ingin ‘memeluk gunung kekuasaan’ apa daya ‘tangan politik mereka’ belum sanggup ‘mengkanvaskan’ dua politisi beken itu.

Nama Edistasius Endi ‘sudah lama bersinar’ di panggung politik lokal. Kemilau politiknya ‘terbit’ persis bayi Manggarai Barat (Mabar) lahir. Itu berarti ‘putra Kakor, Lembor Selatan ini ‘sudah makan garam’ dalam urusan ‘perebutan kekuasaan politik’.

Jejak karier politik Ketua DPW NasDem Provinsi NTT ini bagai air mengalir. Debut politiknya tak pernah stagnan, tetapi cenderung ‘naik level’. Ini sebuah profil politik individual yang sangat fenomenal, minimal untuk level panggung politik lokal.

Lintasan perjalanan karier politik Edistasius Endi, sampai sejauh ini belum ‘ternoda’. Beliau melewati titian politik yang relatif mulus. Sejarah keterlibatannya dalam panggung politik praktis lokal diwarnai dengan prestasi demi prestasi. Garis sejarah hidup yang tertulis dalam ruang politik tak retak atau patah.

Edi Endi, demikian sapaan akrabnya terus melaju. Kontestasi politik Pilkada Mabar 27 November 2024 menjadi saksi paling valid bahwa Edi Endi tak bisa dibendung oleh siapa pun dan dengan cara apa pun. Keputusannya untuk berlaga dalam kompetisi politik lokal itu, sama sekali tak meleset. Saya kira, harus diakui bahwa era Edi Endi sudah tiba. Ketika waktunya tiba, tak seorang pun yang bakal menghadang ‘kemauan Edi’ untuk menjadi pelayan publik seutuhnya di Mabar ini.

Pelbagai upaya politik untuk ‘menjegal langkah Edi’ untuk berkiprah pada ruang politik yang lebih seksi dalam Pilkada baik pada edisi 2020 maupun 2024, tidak lebih sebagai bumbu politik alias tak membuahkan hasil. Edi Endi yang berduet dengan Yulianus Weng berlangkah hingga fase puncak.

Hari ini, Rabu (27/11/2024) sebuah sejarah baru kembali ditorehkan Edi Endi. Bersama pasangan politiknya, Edi sukses menjadi bupati-wakil bupati Mabar untuk periode kedua. Sebuah prestasi dan debut politik personal yang sangat mengagumkan.

Cerita kemenangan dalam dua edisi kontestasi itu, tentu melengkapi kisah fenomenal sebelumnya. Kita tahu bahwa sebelum ‘duduk di takhta kursi bupati’, Edi Endi pernah menjadi anggota DPRD selama empat periode. Debut sebagai legislator lokal itu ditutup dengan ‘jabatan sebagai Ketua DPRD’ sebelum dirinya maju dalam Pilkada Mabar 2020.

Dari litani pengalaman politik itu, maka bukan pekerjaan mudah untuk ‘mengalahkan’ Edi-Weng. Saya kira, Mario-Rikar yang digadang-gadang banyak pihak sebagai paslon yang ‘meruntuhkan’ kedigdayaan petahana, merasakan bagaimana sulitnya menguburkan mimpi Edi untuk ‘naik takhta kuasa’ lagi.

Jam terbang sebagai politisi ulung, tak bisa dibohongi. Untuk urusan taktik dan strategi merebut simpati publik, Edi Endi jagonya. Bersama dokter Weng dan didukung ‘tim pemenangan yang hebat’, mereka mendesain dan mengeksekusi strategi yang jitu dalam memghadapi ‘dua anak muda hebat’ itu.

Mereka tahu ‘isu apa’ yang perlu ‘dilemparkan’ di sebuah titik ketika mengadakan ‘tatap muka’ atau kampanye. Setiap kampung atau desa punya keunikan atau persoalan politik yang khas. Karena itu, materi orasi mereka tidak dibuat seragam dan monoton, tetapi disesuaikan dengan ‘karakteristik kampung dan pemilih’ yang ada dilokasi itu.

Selain itu, jangan lupa bahwa kemampuan mempersuasi konstituen melalui retorika yang menawan saat berorasi dari Edi Endi, tergolong luar biasa. Beliau sangat piawai membaca psikologi massa. Pilihan isu dan diksinya sangat terukur, logis, dan realistis. Dia bisa ‘menyihir audiens’ melalui gramatika tubuh, aksi panggung, dan materi orasi yang berbobot.

Dengan ‘segudang pengalaman politik’ semacam itu, rasanya susah bagi Edi untuk jadi ‘pecundang’. Jika ‘talenta politiknya’ terus dipupuk, maka bukan mustahil karier politiknya kian melezit, baik di level lokal maupun di tingkat nasional. Edi adalah salah satu ‘kader politik’ terbaik Mabar yang bisa diorbitkan untuk berkiprah di pentas politik nasional.

Kendati demikian, harus diakui bahwa Mario-Rikar juga bukan rival yang mudah ‘terjungkal’. Mereka sudah memberikan ‘perlawanan yang sengit’ dalam laga politik ini. Buktinya, selisih perolehan suara dua Paslon ini, sangat tipis. Itu berarti Mario-Rikar sudah masuk dalam kategori ‘politisi berkelas’ di wilayah Mabar. Keberadaan mereka patut diperhitungkan oleh lawan-lawan politik di masa yang akan datang. (*)

Penulis adalah Warga Manggarai Barat tinggal di Labuan Bajo

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.