Api-Api Misterius di Sekitar Los Angeles

oleh -2761 Dilihat
banner 468x60

Oleh: Pujiah Lestari

Saya baru menyadari, bahwa ada seorang sahabat peneliti yang tinggal di Los Angeles sejak beberapa tahun lalu. Ketika mengungsi, dia sempat menghubungi nomor ponsel saya, sambil mengabarkan bahwa listrik telah padam sejak beberapa hari sebelumnya. Bahkan, jaringat internet pun telah mati (atau dimatikan?). Beberapa tugas penelitian yang harus segera dikirim ke Indonesia, tidak bisa dilakukan. Katanya, terpaksa harus ditunda untuk beberapa hari ke depan.

“Teman saya yang tinggal di Palisade, justru sulit dihubungi sejak kemarin. Barangkali mereka sudah mengagendakan jauh-jauh hari untuk membakar seluruh Los Angeles,” jelas sahabat peneliti yang memang sejak dulu gandrung pada masalah Teori Konspirasi itu.

Dia menduga ada kaitannya dengan rencana Pembangunan SmartLA 2028 yang waktunya tinggal tiga tahun lagi. Ia sempat mengirimkan video tentang para pemadam kebakaran yang sulit mendapatkan air, kerja malas-malasan, serta sebuah mobil ambulance yang menembakkan panah-panah api di sisi-sisi jalan protokol. Dia juga sempat membagi-bagikan foto maraknya drone-drone pengintai, ditambah bola-bola api dari udara yang dijatuhkan ke atap gedung dan rumah-rumah penduduk. “Saya sama sekali tidak melihat adanya keseriusan dari pihak Damkar untuk memadamkan api yang semakin cepat menjalar dari satu gedung ke gedung lainnya,” ujarnya lirih. Tak lama kemudian, suara telepon berdengung dan mati seketika.

Keesokan harinya, Ketika HP sudah tersambung, kontan saya tanyakan, apakah ada hubungannya untuk menghancurkan ruang-ruang bawah tanah yang dibangun P Diddy, selebritas papan atas yang menyekap anak-anak di bawah umur di sekitar Hollywood? Memang di sekitar itu, kebakaran menggila, menjalar dari Santa Monica, Bel Air hingga Malibu.

Berbeda dengan kediaman James Wood dan Paris Hilton yang hancur lebur, konon rumah kediaman Tom Hanks justru tidak terbakar, lantaran ada kaitannya dengan donasi besar untuk anak-anak Palestina. Tapi, soal ini wilayah gaib spiritual, dan bukan wilayah kebenaran ilmiah. Kita hormati saja pendapat-pendapat yang bersifat religiositas.

Cuaca ekstrim

Berbulan-bulan memang tidak turun hujan di sekitar California. Sahabat saya sempat menyaksikan gerimis renyai-renyai pada minggu lalu, suatu cuaca yang membuatnya kurang yakin apakah perlu membawa payung atau tidak untuk keluar rumah.

Di sekitar Los Angeles tanah memang sudah sangat kering. Kekeringan itu sudah sampai pada tingkat yang membahayakan. Di sudut-sudut jalan ada peringatan lampu-lampu kuning, agar semua orang bersiap-siap terhadap kemungkinan adanya kebakaran. “Saya membaca sinyal kuat, bahwa pemerintah memanfaatkan cuaca buruk untuk melakukan tindakan yang lebih ekstrem lagi,” tegas sahabat saya. Masalahnya, tak mungkin angin sebesar apapun dapat menghanguskan ribuan bangunan rumah hanya dalam hitungan 12 jam.

Sahabat saya yang rumahnya terkena imbas, merasa jengkel pada pemerintah yang kabarnya akan bekerjasama dengan pihak asuransi untuk menyatakan “lepas tangan”, dikarenakan kebakaran itu akibat cuaca, dan bukan faktor kesengajaan. Bisa dibayangkan, betapa besar tanggungan perusahaan asuransi, jika terbukti bahwa peristiwa ini akibat tipu muslihat dan cawe-cawe pemerintahan baru (Trump), sehubungan dengan rencana persiapan Olimpiade 2028, di saat Los Angeles akan berposisi selaku tuan rumah untuk ketiga kalinya.

Politisasi iklim

Belum apa-apa Donald Trump sudah menggoreng habis Gubernur California dan Walikota Los Angeles selaku kambing hitamnya. Apalagi, keduanya tampil dari partai Demokrat. Sontak sebagian masyarakat California dan sekitarnya ramai-ramai membuat petisi agar keduanya segera mundur.

Berkaca pada sistem perairan Israel dan Cina, Trump mengecam gagalnya proyek pengalihan saluran air ke kawasan LA yang kini dilanda kekeringan. Baginya, orang-orang Demokrat lebih mementingkan lingkungan serta memberikan pakan bagi ikan-ikan koki di akuarium, ketimbang mementingkan keamanan bagi hajat hidup manusia.

Kini, Presiden Trump sudah dilantik. Peristiwa kebakaran LA menjadi topik utama pidato pertamanya. Sahabat saya kurang begitu yakin akan keseriusan dan keikhlasan Trump bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Amerika. Ia pun justru membaca sinyal kuat adanya kerja sama yang intensif antara pemerintah dengan pihak PBB dan NASA, untuk memanfaatkan proyek AI dan teknologi holograf, sebagai teknologi pasca visualisasi layar lebar (film). Pusat industrinya masih tetap berpangkal di sekitar Silicon Valley hingga Hollywood, Los Angeles.

Kebakaran besar ini, sengaja atau tak sengaja, tetap akan direbus Trump untuk menghanguskan partai Demokrat yang selalu saja menang di wilayah California, LA dan sekitarnya. Sahabat saya yang tinggal di Malibu, sampai saat ini tak begitu yakin kalau api-api itu begitu cepat menjalar dalam satu malam, melintasi puluhan kilometer dari arah selatan Santa Monica.

Setelah mengumpulkan berbagai pembuktian melalui gambar-gambar video, baginya sama sekali tak masuk akal, ketika menyaksikan percikan-percikan api yang bersumber dari tempat yang berbeda, dan sama cepat menjalarnya, sebagian tanpa menuruti arah angin. Tepatnya di daerah Eaton, Arcadia hingga Altadena.

Tak berapa lama, tiba-tiba muncul lagi semburan api dari atas tower transmisi, seperti sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Apakah juga mungkin api-api besar di Altadena itu berasal dari Palisades, sebelah utara Santa Monica yang jaraknya mencapai 30 kilometer?

Sedahsyat apapun angin Santa Ana, sepertinya tak mungkin mampu menerbangkan bara-bara api dari Palisades menuju Eaton dalam waktu 24 jam? Belum lagi, bara-bara api yang muncul kemudian di sekitar Hurst, lalu muncul lagi yang terbaru di utara Palisades, yakni Kenneth dan seterusnya.

Kabar terakhir yang disampaikan sahabat saya, rupanya dia dan dua keponakannya, mengungsi di sebuah masjid yang aman dari jangkauan kebakaran. Di waktu petang, ada seorang imam yang memimpin solat sambil disaksikan puluhan pengungsi non-muslim, yang kemudian membagi-bagikan box makanan seusai pelaksanaan solat magrib tersebut. (*)

Penulis adalah Pegiat organisasi Gema Nusa, juga menulis prosa dan esai di berbagai media luring dan daring, seperti Kompas.id, nusantaranews.co, Kabar Banten, Radar Mojokerto, ruangsastra.com, alif.id, Radar NTT, dan lain-lain.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.