“Indonesia Gelap” Mahasiswa Bergerak

oleh -1999 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Jakarta – Tagar Indonesia Gelap atau #IndonesiaGelap​ menjadi trending topik di media sosial X pada Senin, 17 Februari 2025. Tagar tersebut menempati posisi pertama dengan jumlah postingan mencapai lebih dari 81.900 cuitan.

Tagar Indonesia Gelap yang viral di X merupakan slogan yang digunakan oleh warganet untuk menyoroti berbagai permasalahan dalam pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tagar tersebut semakin menggema seiring dengan aksi para mahasiswa yang digelar pada hari ini, Senin, 17 Februari 2025. Badan eksekutif mahasiswa dari berbagai kampus mengadakan demonstrasi dengan tajuk “Indonesia Gelap”, di mana mereka menuntut pertanggungjawaban atas berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

Aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Koalisi Masyarakat Sipil di beberapa daerah lainnya diperkirakan akan berlangsung hingga 20 Februari.

Sejumlah tuntutan yang dibawa dalam aksi bertajuk Indonesia Gelap ini ialah efisiensi Kabinet Merah Putih secara struktural dan teknis; mendesak Prabowo keluarkan Perpu Perampasan Aset; tolak revisi UU TNI, Polri, Kejaksaan; evaluasi total pelaksanaan Makan Bergizi Gratis; penciptaan pendidikan gratis; tolak revisi UU Minerba; hapuskan dwifungsi militer di sektor; reformasi Polri; tolak revisi peraturan tata tertib DPR; hingga realisasikan anggaran tukin dosen.

Dilansir KOMPAS TV, gelombang demonstrasi mahasiswa mengguncang berbagai kota di Indonesia. Aksi bertajuk “Indonesia Gelap” menjadi sorotan publik setelah ribuan mahasiswa turun ke jalan memprotes kebijakan efisiensi anggaran yang dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan pemotongan beasiswa.

Di Jakarta, aliansi BEM SI menggelar aksi besar di kawasan Patung Kuda Monas. Sementara itu, aksi serupa terjadi di Surabaya, Bandung, Banjarmasin, hingga Papua. Tuntutan utama mereka adalah agar pemerintah tidak memangkas anggaran pendidikan dan lebih fokus melakukan efisiensi pada sektor lain, termasuk pemotongan tunjangan pejabat.

Menanggapi aksi ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik, tetapi meminta agar isu ini tidak dibelokkan.

“Tidak ada Indonesia gelap, justru kita sedang menyongsong kebangkitan,” tegasnya.

Ia juga meminta mahasiswa untuk memberi waktu kepada pemerintahan Prabowo-Gibran, yang baru berjalan sekitar 100 hari.

Di sisi lain, mahasiswa menegaskan bahwa protes mereka bukan hanya tentang anggaran pendidikan, tetapi juga terkait kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Mereka juga menyoroti kebijakan pemberian konsesi tambang kepada perguruan tinggi serta konflik agraria yang semakin meningkat. (Kompilasi berbagai sumber)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.