Program IVF di Primaya Evasari Hospital jadi Jawaban Penantian Panjang Rifky Alhabsyi dan Istri

oleh -108 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Jakarta – Kebahagiaan tengah menyelimuti pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani. Setelah sembilan tahun menanti dan melalui perjuangan panjang menghadapi infertilitas, pasangan ini akhirnya menyambut kelahiran putra pertama mereka, Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi, dengan berat 2,45 kg dan panjang 45 cm, melalui program bayi tabung (IVF) bersama Smart Fertility Clinic dan proses persalinan di Primaya Evasari Hospital.

Pasangan ini memilih program IVF karena Yulia mengalami gangguan pada saluran reproduksi hingga harus menjalani operasi pengangkatan kedua tuba (salpingektomi). Kondisi tersebut menyebabkan kehamilan secara alami maupun inseminasi tidak memungkinkan, sehingga program bayi tabung menjadi satu-satunya harapan untuk memperoleh kehamilan.

Keputusan untuk menjalani program IVF sebenarnya sudah dipertimbangkan sejak tahun 2022. Namun, Rifky dan Yulia baru benar-benar mempersiapkan mental dan memulai proses tersebut pada tahun 2025. Program IVF Yulia dimulai pada Februari 2025 melalui prosedur Ovum Pick Up (OPU) dan dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer (FET) pada September 2025. Dua minggu kemudian, kantong kehamilan mulai terlihat sebagai tanda awal kehidupan baru.

“Perjalanan kami untuk mendapatkan buah hati bukan proses yang mudah. Selama bertahun-tahun kami belajar untuk tetap kuat, pasrah namun tidak menyerah, dan saling mendukung satu sama lain. Setelah operasi pengangkatan tuba falopi, kami sempat mencari referensi ke 7 dokter dan 1 profesor untuk menjalani program IVF, dan alhamdulillah akhirnya berjodoh dengan Smart Fertility Clinic. Kami juga memilih Primaya Evasari Hospital sebagai tempat persalinan karena sejak awal datang sudah terasa homey, nyaman, dan memiliki layanan yang lengkap. Yang paling membuat kami tenang adalah kami merasa benar-benar didampingi sejak awal program kehamilan hingga proses persalinan,” ujar Rifky, Selasa, 19 Mei 2026.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Evasari Hospital, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., menjelaskan bahwa setiap pasangan memiliki tantangan fertilitas yang berbeda, namun peluang kehamilan tetap dapat diupayakan melalui pendekatan medis yang tepat.

“Pada kasus dengan kerusakan tuba yang sudah tidak dapat berfungsi, IVF menjadi pilihan terbaik untuk memperoleh kehamilan. Yang sangat berkesan dari perjalanan Rifky dan Yulia adalah bagaimana mereka menjalani seluruh proses dengan penuh kepasrahan, tetapi tidak pernah kehilangan harapan. Mereka juga mendapat dukungan positif dari keluarga dan orang-orang terdekat, yang sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional selama program berlangsung. Padahal dalam kasus ini, hanya ada satu embrio yang berhasil, sehingga kehamilan yang terjadi benar-benar menjadi anugerah yang sangat berarti,” jelasnya.

CEO Smart Fertility Clinic, dr. Laura Leandra Setiawan, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan Rifky dan Yulia dalam mewujudkan impian memiliki buah hati. “Terima kasih kepada Rifky dan Yulia yang telah mempercayakan Smart Fertility Clinic dalam perjalanan mereka. Alhamdulillah, perjuangan panjang tersebut akhirnya berbuah kebahagiaan. Kami berharap kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi para pejuang garis dua bahwa harapan untuk memiliki buah hati selalu ada,” ujarnya.

Selain keberhasilan program IVF, proses persalinan Yulia juga didukung melalui layanan maternal terintegrasi di Primaya Evasari Hospital. Dalam proses persalinan, pasien mendapatkan metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) yang dikombinasikan dengan TAP Block (Transversus Abdominis Plane block) untuk membantu mengurangi nyeri pasca persalinan dan mempercepat proses pemulihan ibu.

“Saya bahkan bisa ikut mendampingi proses persalinan, sehingga menjadi momen yang sangat berharga bagi kami berdua. Setelah persalinan pun, istri saya tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan selama masa pemulihan, termasuk layanan spa & facial, sehingga Yulia bisa menjalani proses recovery dengan lebih nyaman. Kami sangat bersyukur akhirnya bisa melewati semua proses ini dan menyambut kehadiran buah hati kami,” tambah Rifky.

Direktur Primaya Evasari Hospital, dr. Wily Kurniady, MARS, menegaskan bahwa layanan kesehatan ibu dan anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Sebagai bagian dari layanan maternal terintegrasi, Primaya Evasari Hospital juga menghadirkan edukasi laktasi, pemeriksaan OAE (Otoacoustic Emissions) untuk bayi baru lahir, vaksinasi awal bayi, hingga pendampingan keluarga selama proses persalinan dan masa pemulihan ibu.

“Kami percaya pengalaman pasien tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan tindakan medis, tetapi juga oleh kualitas pendampingan yang diberikan selama proses perawatan. Oleh karena itu, Primaya Hospital Group terus memperkuat layanan Women & Child Center sebagai salah satu layanan unggulan. Kehadiran layanan maternal dan fertility terintegrasi ini diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi lebih banyak pasangan yang tengah berjuang mendapatkan buah hati,” tutupnya.

Perjalanan penuh harapan ini menunjukkan pentingnya pendampingan fertility dan maternal yang menyeluruh bagi pasangan pejuang infertilitas (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.