Saya: Presiden Xi, saya ingin membahas tentang kebijakan China terkait pertambangan di Indonesia. Bagaimana Anda melihat peran China dalam industri pertambangan di Indonesia?
Xi Jinping: Kami sangat tertarik dengan potensi sumber daya alam Indonesia, termasuk pertambangan. Kami ingin meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Indonesia dan memastikan bahwa investasi kami membawa manfaat bagi kedua negara.
Saya: Tapi, Presiden Xi, ada kekhawatiran tentang dampak lingkungan dan sosial dari kegiatan pertambangan China di Indonesia. Bagaimana Anda menjawab kekhawatiran tersebut?
Xi Jinping: Kami memahami kekhawatiran tersebut dan berkomitmen untuk melakukan kegiatan pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kami telah meningkatkan standar lingkungan dan sosial dalam kegiatan pertambangan kami dan bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan kami sesuai dengan hukum dan regulasi setempat.
Saya: Saya berharap demikian, Presiden Xi. Indonesia ingin memastikan bahwa kegiatan pertambangan membawa manfaat bagi masyarakat lokal dan lingkungan. Bagaimana Anda melihat masa depan kerja sama antara China dan Indonesia dalam industri pertambangan?
Xi Jinping: Kami sangat optimis tentang masa depan kerja sama antara China dan Indonesia dalam industri pertambangan. Kami ingin meningkatkan investasi dan kerja sama dalam bidang ini dan memastikan bahwa kegiatan kami membawa manfaat bagi kedua negara. Kami juga ingin meningkatkan kerja sama dalam bidang teknologi dan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan kegiatan pertambangan.
Saya: Saya berharap bahwa kerja sama antara China dan Indonesia dalam industri pertambangan dapat membawa manfaat bagi kedua negara dan masyarakat lokal. Terima kasih, Presiden Xi, atas waktu dan kesediaan Anda untuk berbicara dengan saya.
Xi Jinping: Terima kasih. Kami sangat menghargai kerja sama dengan Indonesia dan berharap dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan politik antara kedua negara.
Demikian dialog imajiner saya dengan Xi Jinping. Cerita ini hanyalah fiksi belaka.
Oleh: Goris Sahdan







