RADARNTT, Kupang – Ahli Teknik Sistem dan Manajemen Industri, Prof. Dr (Eng). Ir. Vincent Gaspersz, M.St, IPU, Asean Eng, APEC Eng, setuju gagasan industri olahan produk lokal dengan menekankan pentingnya pendekatan holistik dan komprehensif dalam mengatasi masalah pembangunan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dia menegatakan bahwa pembangunan yang efektif di NTT tidak dapat dilakukan secara sepotong-sepotong, tetapi harus diintegrasikan secara penuh melalui kerja sama antar-sektor dan lintas wilayah.
Menurut Vincent Gaspersz, konsep SUCCESS dalam pembangunan NTT yang meliputi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan harus dijalankan secara sinergis untuk mencapai hasil yang optimal.
Hal ini, kata Vincent Gaspersz, relevan dengan inisiatif yang diusung oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA), yang mendorong pembangunan industri olahan produk lokal.
“Dengan mendorong industri berbasis sumber daya lokal yang mengolah hasil pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi barang jadi atau setengah jadi, tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah produk tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan lokal, dan memperkuat ekonomi regional,” jelasnya, ke media ini Selasa (8/10/2024) pagi.
Menurutnya, pembangunan yang terintegrasi seperti ini merupakan langkah strategis yang mendukung visi jangka panjang untuk mewujudkan NTT yang maju dan sejahtera.
Selanjutnya Vincent Gaspersz mengajukan model pembangunan sumber daya manusia NTT dengan strategi terintegrasi pembangunan Sumber Daya Manusia di NTT.
“Mewujudkan kesejahteraan melalui sinergi antar sektor dan wilayah,” tegasnya.
Dalam menghadapi tantangan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi NTT, pendekatan yang holistik dan terpadu menjadi sangat esensial. Konsep pengembangan yang terintegrasi antara sektor ekonomi, pendidikan dan pelatihan, serta kesehatan dan gizi dalam kerangka sektoral dan regional dapat menjadi kunci utama dalam mempercepat kemajuan daerah NTT.
Vincent Gaspersz juga menawarkan beberapa strategi pendekatan yaitu:
Pertama, Pendekatan Sektoral
Melalui pendekatan sektoral, NTT perlu berfokus pada pengembangan sektor-sektor produksi yang memiliki potensi tinggi dalam menghasilkan dampak pengganda, baik dari segi pendapatan maupun penciptaan lapangan kerja. Pengembangan ini harus didukung oleh kebijakan yang mendukung inovasi dan teknologi terkini agar dapat bersaing di pasar nasional dan internasional.
Kedua, Pendekatan Regional
Pendekatan regional mengharuskan adanya sinergi yang kuat antara kabupaten, kecamatan, dan desa dalam memformulasikan dan melaksanakan rencana pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Hal ini mencakup integrasi infrastruktur, distribusi sumber daya, dan layanan publik yang merata di seluruh wilayah.
Ketiga, Kebijakan Peningkatan Ekonomi
Peningkatan ekonomi masyarakat harus diiringi dengan pengembangan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Hal ini dapat dilakukan melalui peningkatan investasi di sektor strategis, peningkatan kualitas produk lokal, dan pengembangan ekspor.
Keempat, Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan
Sistem pendidikan dan pelatihan di NTT harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja yang tidak hanya lokal tetapi juga nasional dan internasional. Program pelatihan yang relevan dan pendidikan yang berkualitas akan membekali warga NTT dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di era global.
Kelima, Kebijakan Kesehatan dan Gizi
Mendukung kesehatan dan gizi masyarakat bukan hanya melalui layanan medis yang memadai tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat untuk memelihara lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Program-program edukasi tentang nutrisi dan sanitasi harus diperkuat.
“Dengan menerapkan strategi yang terintegrasi dan koheren antara sektoral dan regional, serta mendukung dengan kebijakan yang konkret dan berkelanjutan, NTT tidak hanya akan melihat peningkatan dalam pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat, tetapi juga langkah nyata menuju masyarakat yang maju dan sejahtera dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan kampanye Calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi mengatakan siap membangun industri olahan produk lokal sektor pertanian, peternakan dan perikanan sebagai sektor unggulan daerah.
“Kita membangun industri olahan produk lokal yang memberi nilai tambah produk dan menyerap banyak tenaga kerja,” kata Simon Petrus Kamlasi.
Menurut Kamlasi, membangun industri olahan produk lokal dengan alih teknologi tepat guna. Aplikasi teknologi sederhana yang bisa dikerjakan oleh anak-anak SMK unggulan yang dipersiapkan.
“Kita juga menyiapkan SMK unggulan di NTT yang berperan aktif dalam transfer teknologi membangun industri olahan produk lokal,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa pembangunan industri olahan produk lokal berbasis sumber daya lokal NTT tanpa menutup diri pada introduksi ilmu pengetahuan dan teknologi. (TIM/RN)







