Wakil Bupati Alor Tiba di Ende Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores

oleh -44 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Ende – Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo tiba di Kota Ende melaksanakan agenda kedinasan sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Flores.

Wakil Bupati Alor bersama rombongan tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, Minggu (30/8/2026) disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Ende bersama jajaran terkait. Setelah dari bandara, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Posko Penanggulangan Bencana di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende.

Bantuan kemanusiaan yang dibawa Pemerintah Kabupaten Alor berupa berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, antara lain selimut, terpal, tikar, serta sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.

Secara keseluruhan, bantuan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Alor tersebut senilai Rp260 juta dan diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Flores.

Setibanya di Posko Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Ende, Wakil Bupati Alor bersama rombongan diterima oleh Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Ende, Gabriel Dala, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretraiat Kabupaten Ende, Marthinus Satban, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ende, serta Pejabat terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Alor menyerahkan bantuan kemanusiaan yang selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah Kabupaten Ende dan daerah lainnya sesuai dengan koordinasi penanganan bencana.

Dalam rombongan Pemerintah Kabupaten Alor turut hadir Kepala BPBD Kabupaten Alor, Obeth Bolang, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Marthinus De Pores D. Jeo, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Alor, Marcelsius Boyo Bili.

Penyerahan bantuan kemanusiaan tersebut tidak hanya dilakukan secara simbolis di Posko Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Ende. Wakil Bupati Alor bersama rombongan juga langsung turun ke salah satu lokasi terdampak bencana, yakni di pusat Kecamatan Maukaro.

Di lokasi tersebut, rombongan Wakil Bupati Alor diterima oleh Camat Maukaro, Monsoitus Bana, Kepala Desa, serta masyarakat setempat. Kehadiran langsung rombongan Pemerintah Kabupaten Alor menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.

Penyerahan bantuan secara langsung di lokasi terdampak juga dimaksudkan untuk memastikan bantuan yang dibawa dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Bupati Alor menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Alor dan masyarakat Alor terhadap saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi musibah bencana di wilayah Flores.

Menurutnya, dalam situasi bencana, solidaritas antardaerah menjadi hal yang sangat penting. Bencana tidak hanya menjadi persoalan pemerintah daerah yang terdampak, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kepedulian dan semangat gotong royong antarmasyarakat di Nusa Tenggara Timur.

“Pemerintah dan masyarakat Alor turut merasakan apa yang dialami oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Flores. Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan seluruh kebutuhan, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari masyarakat Alor,” demikian pesan yang disampaikan dalam rangkaian penyerahan bantuan tersebut.

Selain menyerahkan bantuan, kunjungan Wakil Bupati Alor ke Posko Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Ende juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpemerintah daerah dalam penanganan kebencanaan.

Pertemuan tersebut membahas pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah, koordinasi lintas sektor, kecepatan respons, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dalam situasi darurat bencana.

Posko BPBD menjadi salah satu titik penting dalam koordinasi pemerintah daerah dalam memastikan proses penanganan dan pendistribusian bantuan dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

Rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Alor tidak berhenti di Kabupaten Ende. Tim BPBD Kabupaten Alor direncanakan berangkat pada Senin, 31 Agustus 2026, menuju Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat untuk melanjutkan penyerahan bantuan kemanusiaan yang sama kepada masyarakat terdampak bencana di kedua kabupaten tersebut.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Alor untuk ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat di wilayah Flores yang terdampak bencana.

Dengan adanya penyaluran bantuan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak, Pemerintah Kabupaten Alor berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa penanganan pascabencana.

Kunjungan Wakil Bupati Alor bersama rombongan sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan antardaerah di Nusa Tenggara Timur tidak hanya dibangun melalui kerja sama pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga melalui solidaritas kemanusiaan ketika salah satu daerah yg menghadapi musibah.

Pemerintah Kabupaten Alor berharap semangat gotong royong, kepedulian dan kebersamaan antardaerah terus terjaga sehingga masyarakat yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Setelah menyelesaikan rangkaian penyerahan bantuan dan koordinasi di Kabupaten Ende, Wakil Bupati Alor bersama rombongan selanjutnya melaksanakan agenda kedinasan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Wakil Bupati Ende menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat kabupaten Alor yang sudah berbagi kasih kepada saudara saudari di Flores yang terdampak bencana gempa bumi pada beberapa waktu lalu.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian dan kepedulian masyarakat dan pemerintah kabupaten Alor kepada saudara saudari di Flores yang terdampak bencana gempa bumi,” ujar Wakil Bupati Dominggus Mere.

Diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026 pagi telah meninggalkan duka mendalam bagi NTT. Berdasarkan pemutakhiran data BNPB, tercatat 111 korban meninggal dunia dan 1.673 orang mengalami luka-luka.

Sekitar 180.000 warga masih berada di pengungsian, sementara puluhan ribu rumah mengalami kerusakan. BMKG mencatat hingga 31 Agustus 2026 masih terjadi 10.232 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

Sehingga masyarakat di daerah terdampak diminta selalu waspada menghadapi situasi gempa yang belum benar-benar mereda. Setidaknya ada tujuh kabupaten terdampak yaitu Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Ende dan Sikka. (NB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.