Wagub NTT Resmikan Beranda Imigrasi Alor, Serahkan Paspor kepada Masyarakat dan Tinjau Layanan

oleh -70 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meresmikan Beranda Imigrasi Kabupaten Alor. Peresmian ini melalui pengguntingan pita di gedung eks-Balai Latihan Kerja, Galang Singosari, Kalabahi, Rabu (28/10/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan penyerahan dokumen perpanjangan paspor kepada masyarakat serta peninjauan langsung pelayanan keimigrasian yang dilaksanakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang.

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat di Kabupaten Alor. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh perjalanan ke Kupang untuk mengakses layanan tertentu. Oleh karena itu dengan hadirnya Beranda Imigrasi, akses terhadap pelayanan keimigrasian diharapkan semakin mudah dan efisien, terutama bagi warga yang membutuhkan pengurusan dokumen perjalanan.

Prosesi peresmian dimaksud diawali dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur NTT sebagai tanda dimulainya operasional Beranda Imigrasi Alor. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dokumen perpanjangan paspor kepada masyarakat oleh Wakil Gubernur NTT. Momen tersebut menjadi bagian penting dari peluncuran layanan karena memperlihatkan secara langsung manfaat kehadiran fasilitas keimigrasian bagi warga setempat.

Setelah prosesi peresmian, Wakil Gubernur NTT bersama jajaran yang hadir meninjau secara langsung pelaksanaan pelayanan keimigrasian oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang. Peninjauan ini memberikan gambaran mengenai proses pelayanan yang tersedia di Beranda Imigrasi Alor sekaligus menegaskan pentingnya penyelenggaraan layanan yang mudah diakses, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma dalam sambutannya mengatakan, kehadiran institut imigrasi bukan sekedar menyediakan layanan administrasi tetapi juga menjadi garda terdepan dalam pengawasan mobilisasi orang

“Imigrasi ini adalah satu institusi yang sangat penting di semua negara. Dari luar ke dalam negeri dan dari dalam ke luar. Semua yang ada akan di catat oleh imigran,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menilai pentingnya pengawasan yang ketat untuk mencegah masuknya pihak pihak yang berpotensi melakukan tindakan kejahatan khususnya di Kabupaten Alor.

“Jangan sampai ada orang orang jahat yang datang ke Indonesia kemudian melakukan tindakan kejahatan tanpa kita tahu,” tambahnya

Selain aspek keamanan, Johni Asadoma juga menyoroti dampak ekonomi dari kehadiran kantor imigrasi. Menurutnya, keberadaan pegawai imigran dapat menggerakkan perekonomian masyarakat melalui kebutuhan tempat tinggal, konsumsi dan berbagai jasa lainnya.

Selain itu Ia juga terus menyoroti Pariwisata Alor yang di nilai mampu menjadi sumber peningkatan pendapatan Asli Daerah (PAD).

“PAD Kabupaten Badung Bali sekitar 8 triliun pertahun hanya dari sektor pariwisata. Sementara PAD Kabupaten Alor saat ini baru sekitar Rp65 miliyar,” papar Johni menargetkan peningkatan PAD Kabupaten Alor hingga minimal Rp250 miliyar melalui pengembangan di sektor pariwisata.

Oleh karena itu keramahan, kejujuran dan kepedulian terhadap pariwisata menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

“Slogan, Alor Lestari Orangnya Ramah harus menjadi mantra yang di gaungkan di mana mana,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Alor, Rocky Winaro, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang Mamum, dan Kepala Lembaga Permasyarakatan Alor Kalabahi M. Arfandy bersama jajarannyna serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda Alor), tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan terhadap peningkatan akses pelayanan publik dan pengembangan potensi Kabupaten Alor.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang, menegaskan bahwa kehadiran Beranda Imigrasi Alor merupakan bagian dari komitmen Imigrasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Beranda Imigrasi Alor merupakan bagian dari komitmen Imigrasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelayanan keimigrasian tidak hanya berkaitan dengan penerbitan dokumen perjalanan dan pengawasan, tetapi juga berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pengembangan potensi ekonomi daerah.

“Pelayanan keimigrasian tidak hanya berkaitan dengan penerbitan dokumen perjalanan dan pengawasan, tetapi juga berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat serta pengembangan potensi ekonomi daerah,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelayanan yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik percaloan. Untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai aturan keimigrasian. Oleh karena itu Kanwil Ditjen Imigrasi NTT akan mendorong penguatan program Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA), khususnya di wilayah yang membutuhkan edukasi keimigrasian secara berkelanjutan.

Melalui peresmian dan peninjauan langsung layanan tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pelayanan keimigrasian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Beranda Imigrasi Alor diharapkan menjadi salah satu wujud nyata semangat Imigrasi untuk Rakyat, dengan menghadirkan pelayanan yang semakin dekat, mudah dijangkau, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah kepulauan NTT.

Pemerintah Kabupaten Alor menyambut baik beroperasinya Beranda Imigrasi karena dinilai dapat membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya perjalanan untuk mengakses layanan keimigrasian. Selain meningkatkan kemudahan pelayanan, keberadaan fasilitas ini diharapkan mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perikanan serta memperkuat kesiapan Alor dalam menerima kunjungan wisatawan mancanegara. (NB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.