SIAP SIAGA, BPBD Kota Kupang dan Grab Gelar Training Simulasi Top Ranger Penguatan Respon Cepat Berbasis Komunitas

oleh -137 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Memperkuat kapasitas respon cepat berbasis komunitas melalui pelibatan mitra pengemudi transportasi daring sebagai relawan penolong pertama dalam situasi darurat. Program SIAP SIAGA bekerja sama dengan BPBD Kota Kupang dan Grab menyelenggarakan kegiatan Training dan Simulasi Ruang SOP bagi Top Ranger Kota Kupang di Podium Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang pada Selasa, 21 April 2026.

Assistant Program Manager pada The Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Yiyik Putri, menyampaikan bahwa Pemerintah Australia melalui DFAT mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah inovatif dalam memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat.

“Melibatkan rekan-rekan pengemudi Grab sebagai respons pertama di lapangan adalah sebuah terobosan strategis. Dalam situasi darurat, kecepatan respons pada menit-menit pertama seringkali menjadi faktor penentu keselamatan jiwa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penguatan sistem kesiapsiagaan perlu memastikan keterlibatan kelompok rentan.

“Ketangguhan tidak hanya tentang sistem komunikasi atau evakuasi saja, tetapi juga memastikan kelompok paling rentan seperti penyandang disabilitas dan lansia dapat dilibatkan dan dilayani dengan lebih baik pada saat krisis,” tandasnya.

Team Leader SIAP SIAGA, Lucy Dickinson, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam membangun sistem kesiapsiagaan kota.

“Menghadapi tantangan bencana di Kota Kupang, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendirian. Kehadiran transportasi daring seperti Grab merupakan bukti nyata kontribusi sektor swasta sebagai pilar pentahelix,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa melalui inisiatif Top Ranger, para pengemudi menjadi bagian penting dari sistem respon awal kota. Top Ranger adalah sebutan untuk kelompok pengemudi transportasi online yang dilibatkan untuk menangani bencana. Top Ranger adalah singkatan dari Transportasi Online Peduli Penanganan Bencana Terintegrasi merupakan solusi kolaboratif yang digagas BPBD Kota Kupang untuk menjawab tantangan keterbatasan SDM dalam penanganan bencana.

“Dengan mobilitas 24 jam, rekan-rekan pengemudi adalah garda terdepan untuk mengawal kecepatan respons di menit-menit kritis,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang Ernest S. Ludji, M.Si menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara pemerintah kota, SIAP SIAGA, Grab, dan para mitra lainnya.

“Teman-teman Grab adalah pihak yang terlebih dahulu mendeteksi ketika ada kejadian di lapangan. Karena itu keterlibatan mereka dalam simulasi ini sangat penting agar kita memahami bersama peran masing-masing di menit-menit kritis,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti 15 pengemudi transportasi daring dari Grab dan anggota kelompok disabilitas PERTUNI. Pada sesi pertama, peserta mendapat pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) dari pengajar Politeknik Kesehatan Kupang, Dominggos Gonsalves.

RJP merupakan tindakan pertolongan pertama darurat pada korban henti napas dan henti jantung mendadak untuk memulihkan fungsi pernapasan dan sirkulasi darah ke organ vital, terutama otak, melalui kompresi dada dan napas buatan. Tindakan ini perlu segera dilakukan untuk mencegah kerusakan otak atau kematian.

Sesi kedua diisi pelatihan teknik pemindahan darurat korban, termasuk penanganan kebutuhan penyandang disabilitas, oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Kupang. Sesi ketiga berupa simulasi SOP Sistem Peringatan Dini Inklusi dan SOP laporan kejadian bencana yang melibatkan para pengemudi daring dengan memanfaatkan aplikasi Lapor Cepat yang disiapkan BPBD Provinsi NTT.

Ernest juga menyampaikan bahwa pelatihan ini awalnya diperuntukan bagi pengemudi daring yang sangat aktif dalam layanan mereka dan akan diperluas secara bertahap kepada lebih banyak mitra pengemudi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026, sekaligus upaya memperkuat implementasi SOP sistem peringatan dini inklusif dan SOP pelaporan kejadian bencana di tingkat kota.

Simulasi yang dilakukan berlangsung dengan baik dan menunjukkan partisipasi aktif para mitra pengemudi Grab dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan praktik lapangan.

Program SIAP SIAGA merupakan kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang mendukung penguatan pengelolaan risiko bencana di tingkat nasional dan daerah. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.