Rey Atabuy Beri Atensi Khusus Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura

oleh -1682 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Bakal Calon Wakil Bupati Alor, Lukas Reiner Atabuy (Rey Atabuy) memberi perhatian khusus upaya pengembangan sektor pertanian sebagai basis produksi pangan dan hortikultura untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Alor.

Sebagaimana dikemukakan Bakal Calon Bupati Alor, Ima Blegur bahwa duet IMA-REY akan mendorong percepatan pembangunan sektor kemakmuran yang di dalamnya termasuk pertanian dan pangan.

Rey Atabuy sebagai mantan aktivis LSM mengatakan, potensi pertanian khusus pangan dan hortikultura sangat melimpah di masyarakat. Khususnya masyarakat di beberapa desa di kecamatan Alor Timur, Alor Timur Laut, Alor Selatan, Alor Tengah Utara, Alor Barat Daya, Mataru, ABAD Selatan, Kabola, Alor Barat Laut, Pantar dan Pantar Tengah.

“Hampir di semua Desa ada tersedia lahan pertanian dalam jumlah yang cukup untuk memproduksi bahan pangan dan hortikultura,” ungkapnya di Kalabahi belum lama ini.

Menurut Rey Atabuy, lahan basah dan lahan kering cukup tersedia dan belum maksimal dikelola secara efektif untuk ditanami tanaman pangan dan hortikultura. Setidaknya, lanjut Rey, setiap kepala keluarga memiliki 1-3 hektar lahan yang bisa diolah untuk tanaman pangan dan hortikultura untuk konsumsi dan ekonomi.

“Bahan pangan pokok seperti beras, jagung, ubi, pisang dan lainnya bisa kita tanam. Kita juga perlu menghidupkan kembali aneka pangan lokal,” tegas Rey Atabuy.

Menurutnya, budidaya tanaman pangan dan hortikultura bahkan bisa dilakukan pada dua tipe lahan kering dan basah yang selama ini sudah ada di masyarakat. Sehingga hanya butuh sentuhan inovasi teknologi untuk pengembangan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi.

“Intensifikasi dengan optimalisasi lahan yang sudah ada dengan memberi input produksi seperti bibit unggul, pupuk, obat-obatan dan air irigasi serta alsintan,” beber Rey Atabuy.

Sembari melihat peluang perluasan dan pembukaan areal baru untuk menambah luasan usaha sehingga meningkatkan volume produksi.

Rey Atabuy menegaskan, dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian perlu memperhatikan dua aspek penting yaitu kuantitas dan kualitas.

“Kita meningkatkan volume atau jumlah produksi bahan pangan dan hortikultura tanpa mengabaikan kualitas produk yang aman dan nyaman dikonsumsi,” tegasnya.

Menurut mantan aktivis LSM itu, misalnya setiap desa bisa produksi tomat maka setidaknya ada 85 desa yang bisa hasilkan tomat setiap hari dengan volume produksi rata-rata 2 ton per desa maka ada tersedia sekira 170 ton.

“Pemerintah memikirkan strategi pemasaran bisa terjadi di dalam daerah, artinya daerah sentra produksi pertanian mensuplai bahan pangan dan hortikultura ke desa-desa bukan penghasilan sehingga terjadi pertukaran produk disana,” imbuh Rey Atabuy.

Dia mencontohkan, petani sayur di Mainang bisa menjual produk sayuran untuk keluarga di Pulau Pura dan mengambil ikan kering dari Pulau Pura untuk dijual di Mainang.

“Ekosistem usaha seperti ini yang mesti kita ciptakan untuk saling memenuhi kebutuhan dalam daerah lebih utama, jika produksi melimpah (over produksi) baru dipikirkan pemasaran keluarga daerah untuk bahan pangan dan hortikultura,” tandas Rey Atabuy. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.