Reses di Baumata Timur, Julius Uly Dorong Kualitas SDM Daerah Penyangga

oleh -746 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai NasDem, Julius Uly mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang yang berada di tepi Kota Kupang sebagai daerah penyangga.

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas pemerintah, kata Julius Uly, karena hanya dengan manusia yang berkualitas (sehat dan cerdas) akan terlibat aktif membangun semua aspek kehidupan dalam mengelola sumber daya alam secara baik dan benar untuk perbaikan dan peningkatan taraf ekonomi.

“Kita perlu menjaga kualitas SDM anak sejak dini agar sehat dan cerdas sehingga kelak dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia unggul yang berada di daerah perifer seperti Baumata Timur yang berada di pinggiran Kota Kupang,” tegas Julius Uly dalam acara reses yang berlangsung Selasa (10/3/2026) siang.

Oleh karena itu, Ketua Komisi I DPRD Provinsi NTT itu, menegaskan bahwa kualitas kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah sehingga dalam rekrutmen pegawai termasuk PPPK juga menempatkan tenaga kesehatan dan guru sebagai prioritas. Maka wacana merumahkan 9.000 PPPK oleh pemerintah adalah sesuatu hal yang tidak mungkin dan tidak disetujui DPRD.

“Kami DPRD khususnya Fraksi NasDem pada prinsipnya tidak setuju dengan wacana merumahkan 9.000 PPPK karena akan berdampak pada agenda pembangunan karena rekrutmen berdasarkan analisis kebutuhan pelayanan masyarakat yang ada banyak tenaga kesehatan dan guru,” tegas Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Provinsi NTT.

Menanggapi aspirasi masyarakat terkait wacana merumahkan 9.000 PPPK dalam reses tersebut, Julius Uly menekankan bahwa pemerintah provinsi sedang berkordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk mencari fomulasi terbaik menghadapi pemberlakuan UU Nomor 1 Tahun 2022 pada 1 Januari 2027 terkait batas maksimum 30 persen belanja pegawai dalam APBD agar tidak berdampak pada pemberhentian PPPK terutama tenaga kesehatan dan guru yang punya kontribusi besar terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

Julius Uly mendapat sejumlah aspirasi terkait masalah pertanian, peternakan, lapangan pekerjaan, infrastruktur, jalan usaha tani, pendidikan, kesehatan, infrastruktur listrik dan kawasan hutan lindung.

Tokoh masyarakat setempat, Yostan Humau mengemukan masalah jalan usaha tani (JUT) yang sering berlumpur saat musim penghujan menghambat mobilisasi barang dan orang ke sawah.

“Jalan tani sering berlumpur sehingga kami petani kesulitan akses kendaraan maka butuh perhatian pemerintah untuk peningkatan dengan minimal material sirtu,” kata Humau.

Julius Uly menyanggupi akan memberi dukungan sirtu sekitar 10 ret untuk penimbunan jalan usaha tani tersebut yang masih sering berlumpur agar bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Untuk peningkatan jalan usaha tani saya akan bantu sirtu 10 ret setelah ini,” kata Uly merespons aspirasi masyarakat.

Dia juga berjanji akan memperjuangkan peningkatan jalan usaha tani ke pemerintah pusat karena ada nomenklatur di Kementerian Pertanian.

“Kita coba memperjuangkan peningkatan jalan usaha tani ke kementerian pertanian,” tandasnya.

Menurut Julius Uly, pertanian merupakan sumber penghidupan mayoritas masyarakat desa Baumata Timur dan mensuplay kebutuhan pangan dan hortikultura masyarakat Kota Kupang.

Maka perlu mendapat perhatian serius pemerintah dalam penyediaan infrastruktur, alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani dan masyarakat pemanfaat dalam berusaha tani demi menyiapkan kebutuhan pangan yang berkualitas. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.