RADARNTT, Kupang – Tanggal 25 April 2024, Kota Kupang memperingati Hari Ulang Tahun Kota Kupang yang ke-138 dan hari jadi sebagai daerah otonom yang ke-28. Ini menjadi momentum sukacita bagi warga Kota Kupang, sekaligus menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan Kota Kupang ke depan.
Sebagai bagian dari refleksi atas HUT Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil, MM bakal calon walikota Kupang dari Partai Gerindra saat dihubungi media ini via seluler.Kamis, 25/04/2024 menilai Kota Kupang sudah banyak berubah. “Perubahan Kota Kupang terjadi di mana-mana. Ini positif. Ciri khas kota yang semakin berkembang dan maju. Tentu hal semacam ini memberikan kontribusi positif bagi warga kota. Kualitas pelayanan pemerintahan juga semakin baik. Kiranya ini semakin ditingkatkan.” Tutur Iso Lilijawa.
Namun, mantan anggota DPRD Kota Kupang periode 2009 – 2014 ini masih menyesalkan tata kelola pusat kuliner di depan Hotel Aston yang mubazir dan tidak ditata dengan baik. “Secara kasat mata kita melihat bahwa pusat kuliner yang dibangun dengan anggaran pusat sebesar puluhan miliar itu belum memberikan dampak maksimal bagi warga kota.
Malah berbagai fasilitas yang ada kurang dijaga secara baik sehingga mengakibatkan kerusakan. Padahal Presiden Joko Widodo yang datang sendiri meresmikan tempat itu dengan harapan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat kota dan bahkan menjadi ikon kota. Yang terjadi justru sebaliknya. Tak panas disebut ikon kota ini.” Jelas Politisi muda Gerindra.
Menurut Sekretaris DPC Gerindra Kota Kupang ini, jika persoalannya ada di kewenangan mengelola apakah pemerintah pusat, pemerintah provinsi atau pemerintah kota, maka hal semacam itu sudah harus dibicarakan dan diselesaikan. Harus ada solusi. “Bagi saya, tidak relevan lagi jika ada alasan Pemkot Kupang tidak menata baik karena pusat kuliner itu masih menjadi kewenangan pemerintah pusat atau pemerintah provinsi.
Pemkot harus proaktif mencari solusi. Bangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Perjelas kewenangannya, supaya jelas tata kelolanya. Tidak elok juga jika Pemkot membiarkan asset yang dibangun puluhan miliar itu tidak memberi dampak maksimal bagi warga Kota Kupang. Ingat lho. Pusat kuliner itu ada di wilayah Kota Kupang. Jadi harus ada passion dan care untuk mengurusnya.” Pinta Iso Lilijawa.
Isidorus berharap Penjabat Walikota Kupang segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan atau pemerintah provinsi agar bangunan pusat kuliner depan hotel aston itu bisa ditata secara baik. “Dari aspek estetika kota, nilai kita jatuh di mata para tamu hotel atau pengunjung. Mereka mungkin tidak habis pikir di depan hotel berbintang ada spot kuliner yang tidak dirawat secara baik dan tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk warga kota.” Tutup Iso Lilijawa. ( Tim/RN)







