Perbatasan Bukan Lagi Pemisah, Tour de EnTeTe Panggung Kolaborasi Timor

oleh -222 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Soe – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebanyak 1.600 peserta Tour de EnTeTe 2026 Etape II dilepas oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Kamis (5/11/2026).

Pelepasan dilakukan bersama Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Falent Kebo, di Kantor Desa Oeprigi, Kabupaten TTU.

Kegiatan ini diawali dengan jalan sehat sejauh 15 kilometer, dari Kantor Desa Oeprigi, TTU menuju Kantor Camat Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Peserta terdiri dari pelajar SMA/SMK, masyarakat umum, personel TNI, dan ASN.

Selain olahraga dan rekreasi, kegiatan ini juga diisi dengan pentas seni serta pameran produk lokal dan UMKM sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Gubernur NTT Siapkan Hadiah Perjalanan Religi

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyiapkan hadiah perjalanan religi bagi lima peserta terbaik dari seluruh rangkaian Tour de EnTeTe 2026.

Hadiah tersebut disesuaikan dengan agama dan kepercayaan masing-masing peserta. Peserta Katolik berkesempatan berziarah ke Roma atau Israel, peserta Kristen ke Israel, peserta Muslim melaksanakan ibadah umrah ke Arab Saudi, sedangkan peserta Hindu berkesempatan melakukan perjalanan religi ke India.

Melki mengatakan, gagasan hadiah tersebut merupakan usulan Bupati TTU yang dinilainya positif dan layak direalisasikan.

“Hadiah perjalanan religi ini usulan Bupati TTU yang positif dan layak dilaksanakan,” ujar Melki.

Ia pun mengajak seluruh peserta mengikuti setiap etape dengan semangat, menjaga sikap positif, serta menunjukkan perilaku terbaik selama kegiatan berlangsung.

Bupati TTU: Perbatasan Jadi Ruang Perjumpaan

Sementara itu, Bupati TTU, Falent Kebo, dalam sambutannya mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT dan panitia penyelenggara. Menurutnya, Tour de EnTeTe tidak hanya menjadi ajang olahraga dan rekreasi, tetapi juga mempererat persaudaraan serta membangun kolaborasi antardaerah.

Ia menegaskan, wilayah perbatasan harus menjadi ruang perjumpaan dan kerja sama, bukan sekadar garis pemisah administratif. Masyarakat di sepanjang jalur kegiatan juga harus memperoleh perhatian dan pelayanan pembangunan yang setara.

Falent Kebo mengatakan pertemuan dua kabupaten (TTU dan TTS) sebagai bagian dari sejarah berkat Gubernur NTT berkaitan dengan pelaksanaan Tour de EnTeTe 2026.

Falent menegaskan jalur perbatasan yang selama ini jarang tersentuh kini menjadi pusat perhatian dan panggung kolaborasi antar-daerah.

“Kali ini sengaja memilih rute yang menghubungkan wilayah perbatasan kedua kabupaten tersebut. Secara spesifik, Rute kedua dimulai dari Kantor Desa Oeprigi di Kabupaten TTU dan berakhir di Kantor Camat Polen di Kabupaten Timor Tengah Selatan,” kata Falent.

Siswa SMK Bangga Bertemu Gubernur

Salah satu siswa SMK yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang dan bangga. Selain bisa mengikuti kegiatan tersebut, ia bisa melihat secara langsung Gubernur Nusa Tenggara Timur yang ramah dan berbaur dengan masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang hadir dari Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.

“Senang sekali bisa ikut. Pak Gubernur ramah, mau berbaur dengan kami anak sekolah,” ungkapnya.

Tour de EnTeTe bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa makna, event tersebut menjadi ajang eksplorasi potensi pariwisata yang unik dan tersebar di 22 kabupaten dan kota. Namun, kenyataan berkata lain karena banyak keluhan dari pelaku pariwisata termasuk di Kota Kupang bahwa event tersebut tidak berdampak kepada mereka.

“Itu event sonde (tidak) ada manfaat untuk pariwisata, kitong (kita) pelaku wisata sonde rasa,” ujar salah satu pegiat pariwisata di Lasiana Kota Kupang saat dimintai tanggapan terkait Tour de EnTeTe. (AB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.