Penahbisan Uskup Larantuka, Bupati Anton Doni Tekankan Kemitraan dengan Gereja

oleh -1159 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Larantuka – Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menegaskan komitmen kemitraan antara pemerintah daerah dengan Gereja Katolik dalam momentum penahbisan Uskup Keuskupan Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr.

Bupati Anton Doni Dihen menyebut pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun daerah tetapi perlu kemitraan dengan berbagai stakeholder termasuk Gereja Katolik dengan mayoritas masyarakat Kabupaten Flores Timur adalah penganut Katolik Roma.

“Ke depan tentu saja kita bermitra dengan baik. Sebagai pemerintah daerah tentu tidak berjalan sendiri, kita bekerja sama,” ujar Anton dalam keterangan seusai menghadiri penahbisan.

Menurut Anton, tema penahbisan yang mengusung moto “Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Pengharapan) relevan dengan kondisi sosial masyarakat yang membutuhkan penguatan persatuan.

Ia menilai tema kesatuan tersebut mempertebal iman umat sekaligus memperkuat rasa kasih di tengah masyarakat yang majemuk.

“Sangat relevan penahbisan dengan tema kesatuan ini karena mempertebal iman umat, mempertebal rasa kasih. Gereja berkontribusi agar kerukunan bisa berjalan dengan baik,” kata Anton Doni.

Anton juga menegaskan bahwa peran Gereja tidak hanya terbatas pada pembinaan iman, tetapi turut berkontribusi dalam membangun harmoni sosial.

Sebagai kepala daerah di wilayah yang memiliki akar sejarah Katolik kuat, Anton menyebut kerja sama lintas institusi menjadi fondasi penting pembangunan daerah. Ia menilai kemitraan pemerintah dan lembaga keagamaan dapat memperkuat stabilitas sosial sekaligus mendukung agenda pembangunan berbasis nilai kemanusiaan.

“Momentum penahbisan ini, menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya kesatuan dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan di tingkat lokal maupun nasional,” tandasnya.

Anton Doni Dihen, menyampaikan rasa syukur atas penahbisan Uskup Hans Monteiro. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap bermitra dengan Gereja dalam membangun masyarakat. Menurutnya, moto Uskup Hans, “Umum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Pengharapan), sangat relevan untuk mempertebal iman umat sekaligus memperkuat kerukunan dan kasih di tengah masyarakat.

Dilansir Pena Katolik, Keuskupan Larantuka resmi memiliki uskup baru setelah Mgr. Yohanes Hans Monteiro ditahbiskan menjadi Uskup Larantuka menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Prosesi penahbisan berlangsung khidmat di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka mulai jam delapan pagi, disaksikan ribuan umat Katolik dari Flores Timur dan Lembata.

Penahbisan ini dihadiri 34 uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia, pejabat Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta, Gubernur NTT, sekitar 300 imam Katolik, serta sejumlah pejabat daerah. Mgr. Fransiskus Kopong Kung bertindak sebagai penahbis utama, didampingi Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden SVD dan Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu sebagai ko-konsekrator.

Sekretaris Jenderal Keuskupan Larantuka, Romo Fransiskus Kwaelaga, menyebutkan bahwa para uskup dan utusan keuskupan telah tiba sejak sehari sebelumnya untuk mengikuti seluruh rangkaian acara.

Vesper Agung

Sehari sebelumnya menjelang tahbisan episkopalnya, Uskup Larantuka terpilih, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Pr, mendaraskan pengakuan iman serta mengucapkan sumpah kesetiaannya kepada Takhta Apostolik dalam perayaan Vesper Agung, Selasa 10 Februari 2026 pukul 17.30 WITA. Perayaan yang berlangsung di Gereja Santa Maria Pembantu Abadi, Weri-Larantuka, dipimpin oleh Uskup Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat, Pr, dan dihadiri oleh Nuntius Vatikan untuk Indonesia serta Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo.

Dalam suasana khidmat, Mgr. Hans Monteiro, didampingi Mgr. Siprianus Hormat dan Mgr. Ewaldus Martinus Sedu (Uskup Maumere), mengucapkan pengakuan iman dengan lantang di hadapan Injil. Ia menegaskan keyakinannya akan Allah Tritunggal, Yesus Kristus sebagai Putra Allah, serta karya keselamatan yang diwujudkan melalui wafat dan kebangkitan Kristus. Dengan meletakkan tangan di atas Injil, ia juga menyatakan sumpah kesetiaan penuh kepada Takhta Apostolik.

Prosesi ini menjadi bagian penting dari rangkaian menjelang tahbisan episkopal yang akan digelar pada Rabu, 11 Februari 2026 di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka. Kehadiran para uskup, imam, dan umat menandai dukungan penuh Gereja atas penggembalaan baru yang akan dijalankan oleh Mgr. Hans Monteiro.

Momentum Vesper Agung ini bukan hanya seremonial liturgis, tetapi juga simbol komitmen seorang gembala baru untuk setia pada iman Katolik dan persatuan dengan Gereja universal. Dengan moto “Umum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes” (Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Pengharapan), Mgr. Hans Monteiro diharapkan membawa semangat kesatuan dan pengharapan bagi umat Keuskupan Larantuka. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.