Johni Asadoma Ajak Pemda Alor Menanam Sejuta Pohon Kenari

oleh -821 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kalabahi – Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanis Asadoma mengajak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Alor menggalakkan gerakan menanam sejuta pohon kenari sehingga 10 hingga 30 tahun mendatang menjadi salah satu produk khas daerah disamping produk-produk lainnya.

Johni Asadoma dalam arahannya ketika lounching atau peluncuran NTT Mart yang berlangsung di halaman kantor perijinan Kabupaten Alor Selasa, (10/2/2026) menegaskan agar Pemda Alor menjadi motor penggerak utama gerakan menanam sejuta pohon kenari sebagai kekhasan daerah yang dijuluki Nusa Kenari.

Asadoma menjelaskan tujuan menghadirkan NTT Mart adalah membuat satu wadah untuk memasarkan produk-produk hasil usaha dari masyarakat. Sehingga masyarakat tidak kesulitan memasarkan produk dan sedapat mungkin dalam bentuk produk olahan barang jadi atau setengaj jadi yang siap pakai.

“Jadi masyarakat punya produk itu selama ini mau jual kemana? Kalaupun di jual di pasar pasar kadang tidak laku, kadang juga tidak dilihat orang. Sekarang sudah ada NTT Mart maka akan memicu masyarakat untuk lebih produktif dalam mengembangkan produk produk lokal ini dengan lebih baik karena sudah ada NTT Mart semuanya akan dijual kembali melalui online, juga bisa export ke Jakarta, Surabaya dan Bali,” sebutnya.

Dengan cara ini, lanjutnya, masyarakat akan dapat pasar untuk memasarkan produknya. Dia menjelaskan, sesuatu yang dimulai jelasnya aral rintangan tentu ada. Kelemahan kekurangan terus kita benahi sampai NTT Mart ini menjadi salah satu pemicu ekonomi di NTT khususnya di Kabupaten Alor.

“Jadi sesuatu yang kita mulai ini pasti ada kelemahan dan kekurangan tapi kita akan terus perbaiki,” ungkap mantan jenderal polisi bintang dua ini.

Selanjutnya Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo dalam sambutannya mengatakan, NTT Mart ini tempatnya sangat strategis karena di depan Rumah Sakit Umum Daerah sehingga pasti ramai pengunjung. Oleh karena itu, seluruh ASN harus berbelanja di NTT Mart.

“Saya harap seluruh kepala Dinas mensukseskan NTT Mart ini. Satu ASN sebulan belanja Rp50 ribu maka berapa hasilnya?,” sebut Rocky.

Selain itu, Wabup Rocky juga menjelaskan, dalam kepemimpinannya sebagai wakil Bupati bersama Bupati Alor Iskandar Lakamau, telah mendatangkan investor di Kabupaten Alor dan mendirikan pabrik Porang di Kabola tempatnya di Bujanta.

Dengan kehadiran Pabrik Porang ini, lanjutnya, akan menambah PAD yang cukup besar untuk Kabupaten Alor.

“Mereka akan memberikan 0,25 persen per kilogram. Kalau 25 ton tinggal dikalikan saja,” ujar Rocky.

Selain itu akan membuka lapangan kerja dengan upah di atas UMR yang tentu lebih mengutamakan tenaga kerja lokal.

“Kami harap ada perhatian dari pemerintah Provinsi untuk perjalanan pabrik ini,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala Dinas perindustrian dan perdagangan Provinsi NTT, Dr. Zeth Sony Libing dalam laporannya mengatakan, Lounching NTT Mart di Kabupaten Alor ini merupakan yang ke 21.

Sony Libing menjelaskan, NTT Mart merupakan implementasi kebijakan politik pembangunan dari Gubernur dan wakil Gubernur NTT. Melalui NTT Mart jelasnya, semua produk lokal yang dihasilkan oleh pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dibeli oleh Pemerintah Provinsi langsung kepada pelaku IKM dan dipasarkan ke NTT Mart oleh Pemerintah bersama Dekranasda.

Menurutnya ini merupakan cara Pemerintah untuk menjawab kesulitan yang hari ini dihadapi oleh seluruh pelaku IKM di NTT yaitu akses pemasaran.

“Ketika mereka memproduksikan produk mereka tidak ada pasar tempat mereka menjual produk lokal itu. NTT Mart menyediakan tempat untuk produk lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat karena masyarakat tahu pasar telah tersedia. Saatnya kita membeli produk lokal,” ujar mantan PJ Bupati Alor.

Turut hadir pada acara lounching NTT Mart tersebut pejabat dari Provinsi selain Wakil Gubernur hadir juga, Asistem lll Samuel Halundaka, Staf Ahli Linus Lusi Making, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zeth Sony Libing, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Alex Lumba, Kepala Dinas UMKM, Lery Rupidana, juga Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, PJ Sekda, Obeth Bolang, para asisten, pimpinan OPD, Kapolres, pejabat yang mewakili Dandim 1622 Alor, pejabat yang mewakili kepala Kejaksaan Alor, pejabat yang mewakili Ketua Pengadilan Negeri Alor, para pelaku IKM serta undangan lainnya. (NB/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.