Pameran MEREKAM KOTA 2024 Resmi Dibuka

oleh -2024 Dilihat
banner 468x60

RADARNTT, Kupang – Pameran Arsip Publik MEREKAM KOTA 2024, RUANG BERKUMPUL: Lokus Raja resmi dibuka di de Museum Cafe JKK, Kelurahan Lai Lai Bisi Koepan, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Acara pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian pameran yang akan berlangsung dari tanggal 12 hingga 26 Oktober 2024, setiap hari mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai. Pada hari pertama, pameran ini sukses menarik perhatian masyarakat, dengan total sekitar 140 pengunjung yang hadir.

Pembukaan pameran dihadiri oleh sejumlah tamu istimewa, termasuk keluarga kontributor arsip seperti Opa Oktovianus Ndoen dan keluarga Ratu Radja, yang menyumbangkan arsip keluarga mereka untuk dipamerkan. Keluarga-keluarga ini berperan penting dalam upaya dokumentasi sejarah sosial Kota Kupang yang dilakukan oleh MEREKAM KOTA.

Pendeta Wisye Makatita, S.Th, turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Dalam pesannya, Pendeta Wisye menekankan pentingnya sejarah dalam kehidupan manusia.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah, karena sejarah itu adalah bagian dari kehidupan kita. Kita bisa sampai pada titik ini karena kita berjalan dalam ruang dan waktu sejarah,” ungkapnya.

Menurutnya, sejarah tidak hanya memberi pelajaran tentang masa lalu, tetapi juga menunjukkan bagaimana karya Tuhan terjalin dalam hidup manusia. Ia juga menambahkan bahwa literasi sejarah perlu terus dikembangkan, karena banyak orang saat ini kurang memahami pentingnya sejarah dalam kehidupan mereka.

“Sejarah sangat bermanfaat untuk kita belajar banyak hal, dan akan berdampak penting bagi kehidupan kita di masa depan,” ujarnya.

Selain Pendeta Wisye, Manager Program MEREKAM KOTA 2024, Sherly Atty juga memberikan sambutan. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dan mendukung kegiatan ini, termasuk Opa Stevanus Ndoen yang secara khusus menyempatkan waktu untuk berbagi cerita dan pandangan dalam acara tersebut.

Sherly kemudian memperkenalkan SkolMus, organisasi di balik program MEREKAM KOTA. Ia menceritakan bagaimana SkolMus berdiri pada tahun 2011, lahir dari keresahan komunitas lokal yang kesulitan mengakses pengetahuan tentang fotografi dan videografi di Kota Kupang.

“Di tahun 2011, SkolMus terbentuk karena pada saat itu, belajar fotografi dan videografi di Kupang sangat sulit. Jika ingin belajar secara mendalam, orang harus pergi ke Jawa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sherly menjelaskan bagaimana MEREKAM KOTA muncul pada tahun 2020 dengan gagasan untuk mendokumentasikan sejarah sosial dan budaya Kota Kupang yang jarang diangkat ke permukaan.

“Sejarah yang kita ketahui selama ini biasanya adalah sejarah politik, siapa yang jadi gubernur, siapa bupati pertama, dan semacamnya. Tapi kita kurang tahu tentang sejarah sosial, misalnya kenapa orang Rote tinggal di Manutapen atau alasan di balik adanya bangunan-bangunan tertentu di Kupang. Nah, MEREKAM KOTA berusaha menggali sejarah-sejarah sosial tersebut,” tambah Sherly.

Ia juga menjelaskan bahwa gagasan awal MEREKAM KOTA sebenarnya dimulai dari dua orang fotografer yang sedang hunting foto di Pabrik Es Minerva. Saat itu, mereka membayangkan suatu hari akan mengadakan pameran di tempat itu, di mana yang berpameran adalah keluarga-keluarga dengan cerita-cerita sosial mereka.

Sherly berharap pengunjung tidak hanya menikmati foto-foto yang dipamerkan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru dan memikirkan masa depan kota tempat mereka tinggal.

“Semoga teman-teman yang datang ke sini tidak hanya membawa pulang foto-foto bagus, tetapi juga membawa pulang pengetahuan baru atau pertanyaan besar tentang bagaimana kota yang kita tinggali akan berkembang di masa depan,” harapnya.

Selain acara pembukaan, pameran hari pertama ini juga menyajikan berbagai arsip visual, instalasi seni, tulisan, dan cerita lisan tentang sejarah sosial Kota Kupang, khususnya Kecamatan Kota Raja yang menjadi fokus tahun ini. Pengunjung dapat mengeksplorasi berbagai materi pameran yang mencerminkan dinamika sosial, sejarah, dan budaya di kawasan tersebut.

Tak hanya sekadar pameran, acara ini juga menawarkan dua program publik yang dapat dinikmati oleh pengunjung sepanjang pameran berlangsung. Program pertama, berjudul “Foto Keluarga di Ruang Berkumpul,” mengundang pengunjung untuk mengabadikan momen kebersamaan keluarga di area pameran. Program ini berlangsung dari tanggal 12 hingga 26 Oktober 2024, selama jam operasional pameran.

Program kedua, “Arsipmu Berharga, Bawa dan Ceritakan!” mengajak pengunjung berkontribusi langsung dalam pameran dengan membawa arsip pribadi dan menceritakan kisah di baliknya. Arsip-arsip ini akan dipajang di pameran, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk turut serta memperkaya narasi sejarah sosial Kupang.

Setiap pengunjung diperbolehkan membawa satu arsip yang harus dilaporkan ke meja registrasi. Arsip bisa berupa dokumen fisik atau dokumentasi foto dan harus disertai dengan cerita yang menjelaskan latar belakangnya. Program ini menawarkan kesempatan unik bagi warga untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pengarsipan kolektif yang dilakukan oleh MEREKAM KOTA.

Dengan adanya program-program ini, pameran MEREKAM KOTA tidak hanya menjadi tempat untuk menonton dan menikmati sejarah, tetapi juga ruang interaktif yang mendorong partisipasi dan refleksi mendalam tentang identitas, ruang, dan masa depan Kota Kupang. (TIM/RN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.